Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu ketika menjenguk murid diduga korban keracunan, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Masih ingat dengan kasus keracunanan massal yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kereng Bengkirai? Diduga penyebab kejadian itu dikarenakan adanya kontaminasi dari dua jenis bakteri.
Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, bahwa sedikitnya ada sekitar 16 murid dari sekolah tersebut yang terdampak pada peristiwa keracunan yang terjadi pada Rabu 31 Juli 2024 lalu itu.
Uji lab dilakukan dengan mengambil sampel pada makanan nasi goreng, saos, kecap dan sambal serta satu minuman kemasan botol berbasis semprot yang diduga sebagai penyebab keracunan tersebut
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo mengatakan, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahwa ada kontaminasi dari bakteri Stafilokokus dan E Coli.
“Dari hasil beberapa sampel yang diperiksa, tim uji lab menemukan adanya kontakinasi dua jenis bakteri tersebut,” katanya, Selasa (13/8/2024).
Dijelaskannya, bakteri ini dapat memicu dan menimbulkan gejala keracunan jika terkonsumsi dan diterima oleh tubuh manusia, seperti mual, muntah, dan diare.
“Diduga bakteri itu terkontaminasi selama proses penyiapan makanan dan minuman. Oleh sebab itu agar kiranya lebih memperhatikan lagi kehigienisan pada saat menyakikan makanan,” tegasnya.
Sambungnya, jika Dinkes bersama Dinas Pendidikan (Disdik) berkomitmen untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap kantin sekolah serta penyedia makanan dan minuman di lingkungan sekolah.
“Kami berkomitmen untuk terus menggalakkan dan mengintensifkan pembinaan, guna memastikan semua pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan dan minuman di sekolah mematuhi standar kebersihan yang tinggi,” tutupnya. (rk/sb)