Lurah Panarung Evi Kahayanti (kanan) ketika memberikan bantuan kepada RA, Kamis (15/8/2024). (FOTO:ISTIMEWA)
SB, PALANGKA RAYA - Wanita asal Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya berinisial RA yang dikabarkan tidak dapat pulang dari Negera Irak kini akhirnya sudah dapat kembali berkumpul bersama sanak keluarga.
Perempuan berusia 40 tahun itu telah kembali ke Indonesia tepatnya di Jalan Rasak RT 2/RW 2, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, pada Rabu (14/8/2024) sore kemarin.
RA mengaku trauma atas peristiwa yang dialaminya tersebut usai menjadi dugaan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di negara Irak.
"Jujur saya sangat trauma atas kejadian yang dialami semalam itu, saya tidak mau mengingatnya lagi," katanya saat ditemuia dikediamannya.
Meski demikian, dengan kembalinya ke rumah ia mengaku merasa sangat senang. Setelah enam bulan berada di Irak, ia dapat bertemu dengan anak dan suami.
“Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Palangka Raya, Lurah Panarung dan Ketua RT 002/RW 002 dan pihaknya terkait lainnya yang telah sigap dalam membantu,” urainya.
Sementara itu, Lurah Panarung Evi Kahayanti mengungkapkan, bahwa pihaknya juga turut senang atas salah satu warganya yang telah dapat kembali bertemu keluargnya.
"Berdasarkan pengakuan RA, ketika berada di Irak syukurnya tidak mendapatkan perlakuan tindak kekerasan hanya sering di marahi saja,” ucapnya.
Perlaku yang didapatnya itu membuat RA tak tahan bekerja di negara Irak, akibat warganya tak mendapatkan waktu libur dan terus menerus disuruh bekerja oleh majikannya. Akibat kelelahan dan sakit, warganya kemudian meminta waktu untuk libur, namun akibat tak diberi libur.
"Akhirnya setelah berbagai proses, kami dari Kelurahan Panarung dan Pemerintah Kota Palangka Raya berusaha untuk memulangkan Ria dan akhirnya bisa kembali ke rumah dengan selamat," tuturnya.
Evi mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar dapat berhati-hati ketika hendak bekerja di luar negeri. Ia meminta warga agar dapat memastikan sistem kerja dengan cermat serta jangan hanya tergoda dengan iming-iming gaji yang besar.
"Semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ungkapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Evi juha turut menyalurkan bantuan berupa sembako dan tali asih dengan harapan dapat menjadi modal usaha untuk RA.
Untuk diketahui, bahwa ia meminta tolong kepada Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) untuk membantu kepulangannya melalui unggahan video berdurasi sekitar 1 menit 23 detik.
Dimana didalam video rekaman itu, ia terlihat menangis dan meminta tolong untuk di pulangkan ke Indonesia. Ia mengaku telah berada di Irak dan telah dikurung selama 4 bulan.
Ia mengaku bekerja disana, namun karena sakit ia mencoba untuk pulang. Saat berusaha untuk pulang ke Indonesia melalui agen kerjanya di Dubai, ia diminta untuk menggunakan ongkos sendiri.
Dari pihak keluarga RA telah menyediakan uang sejumlah 20 juta untuk biaya pulang, namun dari pihak agen menyatakan bahwa tiket saat ini sangat mahal dan uang yang diberikan belum mencukupi. Namun sampai berbulan-bulan ia menunggu belum juga kembali ke Dubai maupun ke Indonesia. (rk/sb)