Murid SDN 4 Baamang Hilir Raih Juara 3 Pencak Silat O2SN Tingkat Nasional
SB, SAMPIT - Satrio murid kelas VI SDN 4 Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil meraih juara 3 cabang olahraga pencak silat di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Nasional Tahun 2024.
Kepala Disdik Kotim Muhammad Irfansyah mengatakan, Satrio telah mengharumkan nama Kalteng khusunya Kabupaten Kotim. Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa berhasil meraih juara tiga ditingkat nasional.
"Kita sangat bangga siswa asal SDN 4 Bamaang bisa raih juara tiga di O2SN tingkat Nasional dari cabang pencak silat. Bukan hanya membanggakan Kotim tapi keseluruhan Kalteng," kata Muhammad Irfansyah, Senin (26/8/2024).
Sebagai bentuk apresiasi, Disdik Kotim bersama SDN 4 Baamang akan menyambut kontingen O2SN. Rencana tersebut juga mencakup pemberian penghargaan kepada Satria dan timnya yang sudah mengharumkan nama daerah.
"Insyaallah besok kita bersama Kepala Sekolah dan jajaran SDN 4 Baamang menyambutnya. Untuk hadiahnya juga ada dapat dari Disdik Palangka Raya. Kami juga akan memberi uang binaan. Ini juga menjadi motivasi untuk siswa yang lain bahwa dengan ketekunan dan keuletan prestasi yang tadinya tidak mungkin di raih akan diraih. Baik dalam bidang olahraga maupun lainnya," sebutnya.
Sementara Kepala SDN 4 Bamaang Salpinae mengaku bangga dan bersyukur kerja keras dan disiplin yang dilakukan oleh Satrio selama ini memberikan juara di O2SN tingkat Nasional tahun 2024 di Jakarta.
"Rasa syukur yang tak terkatakan dan terlukiskan atas keberhasilan dari siswa kami ini. Hal yang sangat kami banggakan dari siswa kami ini (Satrio) adalah dia adalah yg sangat disiplin dalam berlatih demikian juga dalam menjalankan agamanya," lanjutnya.
Salpinae berharap prestasi yang diraih Satrio ini bisa memotivasi siswa lainya di Kotim untuk terus berprestasi sampai ke tingkat Nasional.
"Harapan sekolah mudahan dengan keberhasilan siswa kami ini Satrio yang lainnya ikut menorehkan prestasi terutama untuk sekolah dan kabupaten," pungkasnya.
Dari hasil juaranya Satrio mendapatkan piagam dan uang pembinaan sebesar Rp5 juta dan hadia dari Dinas Provinsi Kalimantan Tengah Rp5 juta juga. (f1/sb)