seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Gencar Sosialisasi, Koyem-SHD Kunjungi Masyarakat di PPM Sampit

by Redaksi - Tanggal 02-09-2024,   jam 07:03:45
Pasangan Nadalsyah dan Supian Hadi mengunjungi PPM Sampit. (FOTO:ABU) Pasangan Nadalsyah dan Supian Hadi mengunjungi PPM Sampit. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT - Pasangan calon gubernur Nadalsyah dan calon wakil gubernur Supian Hadi mengunjungi Pusat Perbelanjan Mentaya (PPM), pada Senin (2/9/2024).

Dalam pernyataannya, Nadalsyah menyampaikan giat kunjungan ke PPM ini mereka lakukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Termasuk bertemu langsung dengan kepala pasar untuk mengetahui bagaimana perkembangan daya beli masyarakat.

"Kami melihat antusiasme masyarakat luar biasa. Menerima masukan dari para pedagang juga memberi banyak usulan ke kami jika terpilih nanti," kata Nadalsyah.

Nadalsyah mengatakan hal ini merupakan usulan yang sangat realistis dan akan diakomodir jika terpilih nanti. Pasalnya untuk meningkatkan ekonomi tentu dari segi infrastruktur, sarana dan prasarana serta di bidang usahanya dan bermacam-macam salah satu yang utama yang akan ditingkatkan.

Sementara itu calon Wakil Gubernur Kalteng Supian Hadi yang juga merupakan mantan Bupati Kotim dua periode sebelumnya mengatakan, saat dirinya menjadi bupati dulu ada banyak merencanakan program yang belum terealisasi.

Olehnya itu dirinya sengaja mengajak pasangan calonnya meninjau langsung ke lapangan hingga nanti terpilih maka dirinya bisa mengingatkan akan janji mengenai program di daerah setempat.

Supian Hadi berharap masyarakat atau para pedagang tidak menyalahkan Pemerintah Kotim terutama Bupati dan Wakil Bupati mengenai jalan yang berlubang dan kondisi pasar tidak seperti dulu.

“Saya minta jangan salahkan Bupati dan Wakil Bupati sekarang, karena kita pernah dilanda COVID-19 sehingga keuangan tidak banyak atau sedikit, itulah yang menyebabkan program-program Kabupaten sedikit terkendala,” jelasnya.

Ia juga sudah mengiyakan agar nantinya pasar ikan dilakukan renovasi agar lebih aman dan nyaman termasuk jalannya sesuai dengan masukan pedagang. Ini memang merupakan program di tingkat kabupaten namun nantinya pihaknya bisa berkolaborasi dengan pemerintah provinsi apabila Kabupaten ada keterbatasan di anggaran.

"Namun itu tetap hak dan wilayahnya pemkab, kita sebagai pemerintah provinsi hanya mensuport saja jika nantinya dipercaya oleh masyarakat sebagai gubernur dan wakil gubernur," tutupnya. (f1/sb)