Kondisi Gereja Maranatha usai dilahap jago merah. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
SB, PALANGKA RAYA – Kasatreskrim Polresta Palangka Raya, Kompol Ronny Mathius Nababan mengungkapkan, bahwa pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi terkait insiden kebakaran yang terjadi di Gereja Maranatha.
“Tujuh saksi itu, empat dari pendeta dan penjaga gereja tersebut. Tiga lagi dari pihak sekolah SMP Kristen Palangka Raya. Dalam hal ini penyidikan terus dilakukan guna mengungkap penyebab pasti dari kebakaran tersebut,” katanya, Jumat (27/9/2024).
Disebutkannya, bahwa sejumlah barang bukti juga telah diamankan oleh pihak kepolisian. Barang bukti tersebut ditemukan di area sekitar mimbar gereja, yang diduga sebagai titik awal munculnya api.
“Tim penyidik masih mendalami bukti-bukti ini. Berdasarkan hasil laporan kami, kerugian yang ditimbulkan ini mencapai sekitar 3 miliar,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melibatkan Tim Laboratorium Forensik dari Polda Jawa Timur untuk membantu dalam penyelidikan.
Tim forensik dijadwalkan akan tiba pada Senin, 30 September 2024, mendatang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi kejadian.
"Kami berharap dengan bantuan tim forensik, kami bisa mendapatkan hasil yang lebih mendetail terkait penyebab kebakaran ini," ujarnya. (rk/sb)