seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Freddy Ering Sampaikan Permohonan Maaf

by Redaksi - Tanggal 27-09-2024,   jam 06:51:08
Usai mediasi yang dilakukan oleh Polresta Palangka Raya terhadap Damkar dan Yohannes Fredy Ering. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Usai mediasi yang dilakukan oleh Polresta Palangka Raya terhadap Damkar dan Yohannes Fredy Ering. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Pasca postingan mantan anggota DPRD Kalteng, Yohannes Freddy Ering tentang kurang sigapnya pemadam terhadap musibah terbakarnya Gereja Maranatha menadapat gejolak di kalangan pemadam kebakaran baik dari swakarsa maupun pemerintah.

Dalam postingan menyebutkan, "MUSIBAH, APARAT PEMADAM KURANG SIGAP Terlepas dari apa latar belakang musibah terbakarnya Gereja Maranatha tapi kami sangat menyesalkan kurang sigapnya petugas pemadam kebakaran, harusnya apinya bisa dikendalikan, dan tdk sampai menghanguskan sebgn besar gedung gereja apalagi kemudian harus merembet ke bangunan sekitarnya yaitu sekolah, kenapa kurang sigap ?

kejadiaannya juga siang bolong, berlokasi di jalan protokol, lalu pangkalan/ markas pemadam jg relatif dekat karena sama di jalan diponegoro, jadi tdk ada alasan !

Terlebih lagi dengan musim kemarau yang sdh hampir 20 hari, aparat pemadam harusnya sudah dalam kesiap siagaan yang tinggi dalam mengantisipasi ancaman kebakaran, tulisnya pada Selasa (24/9/2024) lalu.

Menyikapi hal itu, Polresta Palangka Raya langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan mediasi di Mapolresta Palangka Raya pada Jumat (27/9/24)

Mediasi yang dihadiri oleh Wakapolres Palangka Raya, Sekretaris Kota Palangka Raya dan perwakilan relawan kebakaran ini bertujuan untuk mencari titik temu antara kedua belah pihak. Yohannes Fredy Ering, dalam pertemuan tersebut, mengklarifikasi bahwa kritik yang ia sampaikan semata-mata berlandaskan rasa tanggung jawab sebagai wakil rakyat.

"Saya sangat menyesalkan pernyataan yang saya buat di media sosial terkait 'musibah, kurang sigap'. Oleh karena itu, saya memohon maaf jika hal ini menimbulkan keresahan di kalangan petugas damkar dan relawan," ujar Yohannes.

 

Dalam mediasi tersebut, Yohannes juga menyatakan kesiapannya untuk mencabut postingan yang dinilai memojokkan aparat pemadam kebakaran.

Hal ini sesuai dengan harapan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Gloria Aden, yang menekankan pentingnya menjaga sinergi dan tidak menyebarkan informasi yang dapat memperburuk citra petugas pemadam kebakaran.

"Kami berharap tidak ada lagi postingan yang memojokkan Damkar Kota Palangka Raya. Tadi sudah dibuktikan bahwa postingan tersebut telah dicabut, dan kami akan memastikan kembali. Jika memang sudah dicabut, maka semua masalah dianggap selesai," tegas Gloria Aden.

Mediasi ini berakhir dengan suasana yang kondusif, dimana kedua belah pihak sepakat untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik di masa depan, terutama terkait insiden yang melibatkan pelayanan publik. Selain itu, kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tetap menjaga komunikasi yang baik demi kepentingan bersama. (sb)