Lewati ke konten utama
Provinsi

Rakorda Sensus Pertanian 2023, Langkah Mewujudkan Pertanian Berkualitas

Redaksi 18-10-2024, 08:58 WIB 2 menit baca
Sahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko saat menghadiri dan membuka Rapat Koordinasi Daerah Sensus Pertanian 2023. (FOTO:MMC KALTENG/AGUNG)
Sahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko saat menghadiri dan membuka Rapat Koordinasi Daerah Sensus Pertanian 2023. (FOTO:MMC KALTENG/AGUNG)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Sensus Pertanian 2023, di Swiss-belhotel Danum Palangka Raya, Kamis (17/10/2024) kemarin. 

Kegiatan yang dibuka Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mewakili Gubernur H Sugianto Sabran tersebut mengangkat tema “Evaluasi Data Survei Ekonomi Pertanian 2024 untuk Mengawal Kualitas Data Pertanian”.

“Sektor pertanian adalah tulang punggung perekonomian di Kalteng. Pada tahun 2023, sektor ini menyumbang 21,50 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), setara dengan 44,9 triliun rupiah. Posisi ini menempatkan sektor pertanian sebagai kontributor utama, disusul oleh sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan," ujar Yuas Elko membacakan sambutan gubernur.

Disebutkan juga, selain kontribusi terhadap ekonomi, sektor pertanian juga penyerap tenaga kerja terbesar, sehingga sangat perlu dilakukan evaluasi yang tepat dan cermat untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

"Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2023, sebanyak 36 persen tenaga kerja di Kalimantan Tengah bergantung pada sektor ini. Hal ini berarti bahwa, sektor pertanian tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan mata pencaharian bagi banyak orang," ungkapnya, dikutif media ini dari mmc Kalteng.

Dan saat ini juga Kalteng memasuki fase evaluasi pelaksanaan Survei Ekonomi Pertanian (SEP) 2024, sebagai kelanjutan dari Sensus Pertanian 2023. Dengan harapan memberikan gambaran lebih mendalam mengenai kondisi pertanian dan kesejahteraan para pelaku usahanya.

“Nantinya hasil survei ini menjadi landasan bagi kebijakan, yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah," sebutnya. 

Ia pun menambahkan, Provinsi Kalteng mendapatkan kepercayaan besar dari Pemerintah Pusat untuk pengembangan Program Strategis Nasional Food Estate dan Cetak Sawah Baru, sehingga ke depan diproyeksikan sebagai salah satu Lumbung Pangan Nasional.

"Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa hasil survei ini dapat menjadi peta jalan dalam meningkatkan produktivitas, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah," bebernya. 

Dengan dukungan dan kerja sama dari semua pihak, Yuas optimis Kalteng akan mampu menghasilkan data yang akurat dan kebijakan yang relevan.

"Rakorda ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kita semua, untuk mengevaluasi pelaksanaan SEP 2024, merumuskan langkah-langkah strategis, dan memperkuat sinergi antar lembaga. Saya berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif, memberikan gagasan dan solusi yang inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada," pungkasnya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard