Lewati ke konten utama
Pemkab Kapuas

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Dinkes Kapuas Siagakan Puskesmas dan Layanan Kesehatan

Redaksi 12-09-2026, 22:25 WIB 1 menit baca
Rapat Koordinasi Penanggulangan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Ruang Rapat Bupati Kapuas, Rabu (9/9/2026). FOTO: HUMAS/SB
Rapat Koordinasi Penanggulangan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Ruang Rapat Bupati Kapuas, Rabu (9/9/2026). FOTO: HUMAS/SB

SB, KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten Kapuas memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau. Selain penanganan kebakaran dan pemenuhan kebutuhan air bersih, kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak menjadi salah satu perhatian utama.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla di Ruang Rapat Bupati Kapuas, Rabu (9/9/2026).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai dan dihadiri seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kapuas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas dr. Agus Waluyo, MM, turut mengikuti rapat tersebut. Ia menyampaikan, sektor kesehatan memiliki peran penting dalam mengantisipasi dampak bencana, khususnya gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

"Kami dari Dinas Kesehatan sudah menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari kesiapan puskesmas, obat-obatan, masker, hingga tenaga medis. Kami juga mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap tebal dan selalu memakai masker," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, setiap OPD diminta menyiapkan langkah tanggap darurat sesuai tugas dan kewenangannya. Persiapan meliputi posko siaga, dukungan armada air hingga jalur evakuasi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana.

Dinas Kesehatan juga akan memperkuat koordinasi dengan seluruh OPD dan puskesmas di wilayah Kabupaten Kapuas untuk memastikan penanganan dampak bencana terhadap kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Puskesmas yang berada di wilayah rawan turut diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan serta ruang perawatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, terutama keluhan pernapasan akibat paparan asap.

Agus menegaskan, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak kabut asap. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah pencegahan yang perlu dilakukan, terutama ketika kualitas udara memburuk. (hms/f4) 

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard