GOW Kotim Gelar Pendidikan Karakter untuk Remaja, Bangun Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas
SB, SAMPIT - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan pendidikan karakter bagi remaja dengan tema "Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas".
Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan mahasiswa dan perwakilan SLTA sederajat di Kotim.
Wakil Ketua I GOW Kotim Siti Khadijah mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.
"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi dan terima kasih atas kerja keras ibu-ibu Gabungan Organisasi Wanita sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.
Siti Khadijah menekankan pentingnya menjaga iman dan prinsip di tengah kemajuan teknologi.
"Zaman boleh berubah, teknologi boleh canggih, tapi iman tidak boleh goyah," tegasnya.
Kegiatan pendidikan karakter ini diisi oleh dua narasumber, yakni Ipda Tursino selaku Kanit Satbinmas Polres Kotim yang membahas tentang pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja, dan Psikolog dari RSUD dr Murjani Sampit Ari Annisa, yang membahas tentang cara mengelola stres pada remaja.
Ipda Tursino menjelaskan, bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang yang dapat mengganggu sistem sosial.
"Kenakalan remaja terjadi karena gagal dalam proses mencari jati diri,"kata Ipda Tursino, Sabtu (16/11/2024).
Penyebab Kenakalan ada berbagai macam faktor mulai dari internal yakni diri sendiri. Dimana terjadi krisis identitas, munculnya perasaan tidak konsisten sehingga gagal mencapai kehidupan yang harmonis. Ipda Tursino menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga untuk mencegah kenakalan remaja.
"Selain faktor internal juga ada faktor eksternal, kurang komunikasi dalam keluarga. Maka dari itu ciptakan suasana harmonis dalam keluarga, sampaikan apa yang jadi keluhan," tuturnya.
Menurutnya pengaruh lingkungan juga bisa menjadi faktor kenakalan remaja. Dia juga menyinggung beberapa contoh kenakalan remaja seperti membolos sekolah, vandalisme, bullying, dan lainnya.
"Bolos sekolah, vandalisme, corat coret sembarang tempat, bullying, juga merupakan kenakalan remaja. Sdh inggris kegiatan saat ini salah satunya adalah untuk memfilter diri," ujarnya.
Sementara itu, pemateri kedua yakni Ari Annisa, Psikolog dari RSUD dr Murjani Sampit, membahas tentang cara mengelola stres pada remaja.
"Stres merupakan hal yang wajar dialami oleh remaja," ucapnya.
Namun kata dia, jika stres tidak ditangani dengan baik, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik remaja. Pada kesempatan itu Annisa juga memberikan beberapa tips kepada para peserta bagaimana cara mengelola stres di usia remaja. (f1/sb)