Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

GOW Kotim Gelar Pendidikan Karakter untuk Remaja, Bangun Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas

Redaksi 18-11-2024, 09:28 WIB 2 menit baca
GOW Kabupaten Kotim saat melaksanakan pendidikan karekter bagi remaja. (FOTO:ABU)
GOW Kabupaten Kotim saat melaksanakan pendidikan karekter bagi remaja. (FOTO:ABU)

SB, SAMPIT -  Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyelenggarakan pendidikan karakter bagi remaja dengan tema "Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas".

Kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan mahasiswa dan perwakilan SLTA sederajat di Kotim.

Wakil Ketua I GOW Kotim Siti Khadijah mengucapkan terima kasih atas kerja keras semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini. 

"Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi dan terima kasih atas kerja keras ibu-ibu Gabungan Organisasi Wanita sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

Siti Khadijah menekankan pentingnya menjaga iman dan prinsip di tengah kemajuan teknologi.

"Zaman boleh berubah, teknologi boleh canggih, tapi iman tidak boleh goyah," tegasnya.

Kegiatan pendidikan karakter ini diisi oleh dua narasumber, yakni Ipda Tursino selaku Kanit Satbinmas Polres Kotim yang membahas tentang pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja, dan Psikolog dari RSUD dr Murjani Sampit Ari Annisa, yang membahas tentang cara mengelola stres pada remaja.

Ipda Tursino menjelaskan, bahwa kenakalan remaja merupakan perilaku yang menyimpang yang dapat mengganggu sistem sosial. 

"Kenakalan remaja terjadi karena gagal dalam proses mencari jati diri,"kata Ipda Tursino, Sabtu (16/11/2024).

Penyebab Kenakalan ada berbagai macam faktor mulai dari internal yakni diri sendiri. Dimana terjadi krisis identitas, munculnya perasaan tidak konsisten sehingga gagal mencapai kehidupan yang harmonis. Ipda Tursino menekankan pentingnya komunikasi dalam keluarga untuk mencegah kenakalan remaja.

"Selain faktor internal juga ada faktor eksternal, kurang komunikasi dalam keluarga. Maka dari itu ciptakan suasana harmonis dalam keluarga, sampaikan apa yang jadi  keluhan," tuturnya.

Menurutnya pengaruh lingkungan juga bisa menjadi faktor kenakalan  remaja. Dia juga menyinggung beberapa contoh kenakalan remaja seperti  membolos  sekolah,  vandalisme,  bullying,  dan  lainnya. 

"Bolos sekolah, vandalisme, corat coret sembarang tempat, bullying, juga merupakan kenakalan  remaja. Sdh inggris kegiatan saat ini  salah  satunya  adalah  untuk  memfilter  diri,"  ujarnya. 

Sementara itu, pemateri kedua yakni Ari Annisa, Psikolog dari RSUD dr Murjani Sampit,  membahas  tentang  cara  mengelola  stres  pada  remaja. 

"Stres  merupakan  hal  yang  wajar  dialami  oleh  remaja," ucapnya.

Namun kata dia, jika  stres  tidak  ditangani  dengan  baik,  dapat  berdampak  negatif  pada  kesehatan  mental  dan  fisik  remaja. Pada kesempatan itu Annisa juga memberikan beberapa tips kepada para peserta bagaimana cara mengelola stres di usia remaja. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard