seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Kalteng Sebagai Barometer Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

by Redaksi - Tanggal 05-12-2022,   jam 06:09:05
SOSIALISASI : Maryono selaku Staf Ahli anggota Komisi VII DPR RI, Dr Ir Willy M Yoseph sosialisasi materi 4 Pilar kepada para peserta. FOTO : HERIYANTO SOSIALISASI : Maryono selaku Staf Ahli anggota Komisi VII DPR RI, Dr Ir Willy M Yoseph sosialisasi materi 4 Pilar kepada para peserta. FOTO : HERIYANTO

SB, PALANGKA RAYA - Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Dr Ir Willy M Yoseph MM menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika.

Kegiatan yang berlangsung di Rumah Aspirasi Anggota DPR RI A244, Jalang Pangrango, Kota Palangka Raya diikuti sejumlah organisasi, ormas dan lembaga kemahasiswaan, Senin (5/12/2022).

Sedangkan yang membawa materi adalah Staf Ahli Komisi VII DPR RI, Maryono.

"Kegiatan ini adalah kegiatan wajib yang disampaikan oleh MPR dan DPR RI, yaitu melalui sosialisasi yang digelar oleh bapak Dr Willy M Yoseph. Kegiatan yang rutin dilaksanakan ini diharapkan bisa diterapkan dan ditanamkan dalam diri kita masing-masing," ucap Maryono saat dibintangi.

Maryono menyebut pihaknya juga mendorong audiens untuk selalu menerapkan 4 Pilar pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Agar negara tetap kokoh dan tidak bisa digoyang oleh budaya barat yang merubah pola hidup seseorang sekarang ini.

"Setelah mengerti tentang 4 Pilar tentu bukan hanya sekedar dihafalkan saja. Tetapi 4 Pilar ini harus diaplikasikan di kehidupan kita masing-masing. Karena bangsa Indonesia sendiri akhir-akhir ini banyak sekali para remajanya maupun masyarakat yang mengadopsi budaya-budaya asing yang tentu tidak sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, tentu dengan 4 Pilar ini nantinya dapat menjadi suatu filter dan sebagai pondasi," ungkapnya.

Sedangkan di wilayah Kalimantan Tengah, kata Mariyono, masyarakat sudah menanamkan itu sejak nenek moyang dan bisa dikatakan menjadi barometer dalam penerapan bertoleransi.

"Toleransi di Kalimantan Tengah sangat kental dan itu sudah ada sejak zaman dulu dan tertuang dalam falsafah Huma Betang, yaitu satu rumah Betang panjang ditempati beraga suku, agama dan ras dan semuanya rukun," ungkapnya lagi.

Dirinya yakin Kalimantan Tengah ini merupakan suatu miniatur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karena semua agama dan suku ada disini dan tidak pernah ada gejolak apapun karena benteng dari persatuan.

"Tidak salah saya menyebut Kalimantan Tengah sebagai barometer dari 4 Pilar tadi. Karena orang hidup saling berdampingan dan rukun," tutupnya. (ok)