seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Crane Tewaskan Koki Kapal di Pelabuhan Rakyat

by Redaksi - Tanggal 06-12-2022,   jam 12:42:56
Anggota Polres Kotawaringin Barat melakukan olah TKP dilokasi jatuhnya crane, dan menyebabkan seorang ABK kapal tewas, pada Senin (5/12/2022). POLRES KOTAWARINGIN BARAT Anggota Polres Kotawaringin Barat melakukan olah TKP dilokasi jatuhnya crane, dan menyebabkan seorang ABK kapal tewas, pada Senin (5/12/2022). POLRES KOTAWARINGIN BARAT

SB, PANGKALAN BUN - Koki KM Bintang Sejahtera Delapan bernama Asep Suwargiman tewas kondisi mengenaskan, akibat tertimpa crane di Pelabuhan Rakyat Kelurahan Kumai Hulu Kecamatan Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), pada Senin (5/12/2022).

Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono melalui Kasat Pol Air AKP Roni Paslah membenarkan ada kejadian menyebabkan warga Tanjung Priok Jakarta tersebut, dan korban sudah di evakuasi. Bahkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan, terhadap para saksi baik kapten maupun Anak Buah Kapal (ABK).

"Termasuk pemilik pelabuhan dimintai keterangan terkait masalah ini," tegas AKP Roni Paslah, Selasa (6/12/2022).

Kronologis kejadian ketika para pekerja kapal KM Bintang Sejahtera Delapan bekerja sedang melakukan bongkar muat semen menggunakan crane, dan semua berjalan lancar, semen diangkut menggunakan crane dimuat di dalam truk.

Kemudian tiba-tiba saat mengangkat semen yang ada di crane patah, dan langsung jatuh ke bagian kanan kapal. Crane patah diduga tidak kuat, karena muatan sangat banyak dan kondisi besinya juga sangat lama.

"Korban saat itu sedang berada didalam kelotok, dan rencananya akan bersandar di pinggir pelabuhan," ungkapnya.

Akibat crane begitu besar dan berat, korban tertimpa di bagian kepala dan tubuhnya. Sehingga korban tewas dilokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan.

Setelah mendapatkan laporan atas kejadian tersebut, Anggota Satpol Air Polres Kobar bersama Polsek Kumai melakukan olah TKP. Sementara jenazah korban di bawa ke RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun untuk dilakukan visum. 

"Kami langsung ke TKP, juga memasang garis polisi untuk proses penyelidikan, dan saksi sudah mintai keterangan," tandasnya. (adm)