Lewati ke konten utama
Provinsi

Pemerintah Pusat Akan Bangun Tiga Sekolah Rakyat di Kalteng, Prioritas Warga Tidak Mampu

Redaksi 10-04-2025, 03:24 WIB 1 menit baca
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Halikinnor ketika diwawancara oleh sejumlah wartawan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Halikinnor ketika diwawancara oleh sejumlah wartawan. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri berencana mendirikan tiga Sekolah Rakyat di wilayah Kalimantan Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis (10/4/2025).

Dalam kunjungan tersebut, ia menyebutkan bahwa pihaknya masih melakukan survei lokasi yang tepat untuk pendirian Sekolah Rakyat tersebut.

“Kemarin coba saya cek survei mau ditempatkan di mana, tapi kami belum mendapatkan informasi. Sehingga saya memberikan penugasan kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, dan jajarannya untuk memastikan posisi, lahan, dan strukturnya,” ujar Ribka.

Sekolah Rakyat ini dirancang dengan konsep asrama dan difokuskan untuk menampung anak-anak dari keluarga prasejahtera, dengan fasilitas pendidikan yang setara dengan sekolah formal pada umumnya.

“Kepentingannya untuk anak-anak kita yang dari keluarga tidak mampu, yaitu diasramakan, diberikan fasilitas pendidikan yang harus layak seperti yang lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ribka menegaskan bahwa Sekolah Rakyat akan memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan sekolah formal, namun dengan sentuhan sosial yang kuat sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap rakyatnya.

“Pasti harus sama. Justru itulah sosialnya, untuk seluruh masyarakat Indonesia. Jadi jangan sampai ada anak-anak kita yang belum mendapatkan pendidikan karena, misalnya, kemampuan ekonomi orang tuanya tidak memungkinkan. Itulah yang ditampung oleh negara,” tegasnya.

Program Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi solusi nyata untuk pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang masih memiliki tantangan besar dalam akses pendidikan. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard