Lewati ke konten utama
Pemprov Kalteng

Kendalikan Penyakit Tungro, Dinas TPHP Kalteng Salurkan Bantuan Pestisida untuk Petani

Redaksi 02-05-2025, 03:10 WIB 1 menit baca
Peninjauan petani di Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas oleh Dinas TPHP Kalteng. (FOTO:DINAS TPHP KALTENG)
Peninjauan petani di Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas oleh Dinas TPHP Kalteng. (FOTO:DINAS TPHP KALTENG)

SB, KUALA KAPUAS - Dalam upaya mengendalikan serangan penyakit Tungro pada tanaman padi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan pestisida di Desa Wargo Mulyo, Kecamatan Kapuas Kuala, Kabupaten Kapuas pada Rabu (30/4/2025).

Desa Wargo Mulyo diketahui sebagai salah satu wilayah yang padinya terindikasi terserang penyakit Tungro, yang merupakan salah satu penyakit berbahaya pada tanaman padi.

Kepala Dinas TPHP Kalteng melalui Kepala UPT Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH), Alpan M Samosir, menjelaskan bahwa penyakit Tungro disebabkan oleh infeksi gabungan dua jenis virus, yaitu Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan Rice Tungro Spherical Virus (RTSV).

Virus ini ditularkan melalui vektor hama wereng daun hijau (Nephotettix spp), sehingga pengendalian terhadap wereng harus segera dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.

“Gejala Tungro di antaranya tanaman menjadi kerdil, daun menguning hingga oranye, dan jumlah anakan serta bulirnya berkurang. Bila tidak dikendalikan, serangan dapat menyebabkan gagal panen,” jelas Alpan.

Ia pun mengimbau agar para petani segera melakukan gerakan pengendalian secara terpadu dan serentak sebagai langkah antisipasi penyebaran virus.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Wargo Mulyo, Sutikno, menyampaikan harapannya agar serangan Tungro bisa cepat dikendalikan sehingga tidak berdampak luas terhadap produktivitas petani di desa tersebut.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas TPHP memberikan bantuan pestisida untuk pengendalian hama wereng daun hijau pada lahan seluas 115 hektare yang telah terindikasi serangan ringan. Bantuan ini diserahkan langsung kepada kelompok tani setempat untuk digunakan dalam gerakan pengendalian swadaya. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard