seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Sergap Buronan Tahun 2020, Tim Gabungan Diberondong Peluru

by Redaksi - Tanggal 23-12-2022,   jam 12:57:14
TAK BERKUTIK : Terduga pelaku buronan kasus pembunuhan tahun 2020 saat diamankan di Ditreskrimum Polda Kalteng. FOTO: HERIYANTO TAK BERKUTIK : Terduga pelaku buronan kasus pembunuhan tahun 2020 saat diamankan di Ditreskrimum Polda Kalteng. FOTO: HERIYANTO

SB, PALANGKA RAYA - Tim Gabungan dari Resmob Polda Kalteng, Intelmob Polda Kalteng, Resmob Polresta Palangka Raya dan Resmob Polres Kapuas terlibat saling tembak dengan buronan tahun 2020 di Kabupaten Kapuas.

Penangkapan tersangka DPO kasus pembunuhan Samani (30) di warung Mbok Lita, Desa Sei Gita, Kabupaten Mantangai, Kabupaten Kapuas sangat dramatis.

Sebab, kedatangan tim gabungan disambut dengan tembakan oleh tersangka Muri dan ayahnya Berdi yang sembunyi di dalam pondok Tambang Pasir Sircon Sungai Gita, Kecamatan Mantangai saat ingin menyergap pelaku, Jumat (23/12/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.

Suasana mencekam terjadi beberapa saat, namun setelah terpojok pihak kepolisian pun terpaksa memberikan tembakan tegas dengan melumpuhkan kaki kiri tersangka Muri karena terus ingin menyerang aparat kepolisian.

Sedangkan sang ayah, Berdi berhasil melarikan diri ke hutan setelah beberapa saat melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api rakitan Laras panjang dan pendek.

Dirreskrimum Polda Kalteng, Kombes Pol Faisal F Napitupulu menerangkan, setelah melakukan aksi pengeroyokan tersangka ini bersembunyi di dalam pondok Tambang Pasir Sirkon sekitar desa mereka.

"Kita terpaksa melakukan tindakan tegas, karena saat anggota melakukan penggerebekan lokasi melakukan penyerangan dengan menembakkan senjata api rakitan. Beruntung anggota berhasil melumpuhkan tersangka," ucap Faisal, Jumat (23/12/2022).

Sedangkan tersangka B setelah menyerang anggota beberapa kali menembak, dia langsung melarikan diri ke hutan.

"Dalam kasus ini dua orang masih buron. Yaitu B merupakan ayah kandung M, dan satu terangkat J rekan ayahnya. Kasus ini bermula tahun 2020 mereka berselisih paham dengan korban Samani sehingga terjadi pengeroyokan dan menyebabkan korban meninggal dunia," terangnya. (ok)