seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Tari Mandau Kolosal Pulang Pisau Pecahkan Rekor Dunia

by Redaksi - Tanggal 03-07-2025,   jam 11:56:16
Penari Mandau kolosal dalam rangka memeriahkan HUT Pulang Pisau ke-23 berhasil memecahkan mekor muri dunia. (FOTO:DISKOMINFO) Penari Mandau kolosal dalam rangka memeriahkan HUT Pulang Pisau ke-23 berhasil memecahkan mekor muri dunia. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PULANG PISAU - Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau ke-23 berlangsung meriah dengan pencapaian membanggakan. Tari Mandau kolosal yang digelar di Stadion HM Sanusi berhasil mencatatkan diri sebagai rekor dunia versi Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Lebih dari 1.000 penari terlibat dalam pertunjukan seni budaya khas Dayak tersebut, menjadikannya tidak hanya spektakuler dari sisi jumlah, tetapi juga sarat makna kultural dan nilai warisan leluhur.

Senior Manager MURI, Triyono, yang hadir langsung untuk melakukan verifikasi menyatakan bahwa Tarian Mandau ini tidak hanya layak sebagai rekor nasional, tetapi telah ditetapkan sebagai rekor dunia oleh MURI.

“MURI mencatatkan Tarian Mandau ini sebagai rekor dunia karena bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan warisan budaya yang mencerminkan identitas masyarakat Pulang Pisau,” ujar Triyono.

Triyono mengungkapkan bahwa proses verifikasi dan koordinasi telah dilakukan intensif sejak Mei 2025, dengan sejumlah syarat dan ketentuan yang berhasil dipenuhi oleh panitia pelaksana. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Dewan Adat Dayak (DAD), dan seluruh masyarakat yang telah bersinergi mewujudkan pentas budaya monumental tersebut.

Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini. Ia menyampaikan bahwa pencatatan rekor tersebut adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal.

“Budaya adalah identitas. Komitmen kami adalah menjadikan Pulang Pisau sebagai kabupaten berbudaya, dengan melestarikan warisan leluhur dan mendorong generasi muda agar bangga terhadap budaya daerahnya,” ucapnya.

Ahmad Rifa’i juga menambahkan bahwa selain Tari Mandau, masih banyak keanekaragaman budaya di Pulang Pisau yang perlu terus dilestarikan dan dikenalkan ke tingkat nasional maupun internasional.

Pencatatan rekor ini disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Dayak, serta Wakil Gubernur Edy Pratowo beserta istri. Kehadiran para pimpinan daerah ini turut memberikan semangat dan dukungan kepada seluruh penari serta masyarakat yang hadir. (*)