LUDES : Tampak bangunan rumah dan bengkel di Kawasan Jalan Putri Junjung Buih hanya tersisa puing-puing akibat amukan si jago merah. FOTO : HERIYANTO
SB, PALANGKA RAYA – Selama tahun 2022, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya tangani 57 kasus kebakaran di pemukiman warga.
Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Gloriana Aden menjelaskan, yang terbakar kebanyakan pada pemukiman, rumah, gudang, toko dan pasar. Dengan total kerugian tercatat mencapai Rp 11,2 miliar lebih dalam kurun waktu satu tahun.
"Rata-rata penyebabnya adalah korsleting listrik, yang mana terjadi arus pendek listrik dan kebocoran gas," terangnya.
Dengan begitu, dirinya mengimbau masyarakat agar berhati-hati dan waspada dalam penggunaan listrik. Contohnya saat berpergian lebih baik semua arus listrik dimatikan, karena bisa memicu terjadinya kebakaran apabila terjadi korsleting listrik.
"Kami juga menyarankan kepada masyarakat untuk rutin mengecek kabel arus listrik, ditakutkan tidak pernah dilakukan kontrol menyebabkan kebakaran karena sudah rapuh. Kebakaran tidak pernah kita tahu kapan terjadi," tutupnya.
Selain diminta memperhatikan arus listrik, masyarakat juga diminta mematikan kompor saat ingin pergi. (ok)