Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

RSUD dr Murjani Sampit Siap Jadi Rumah Sakit Pendidikan, dr Frenky: Butuh Dukungan Semua Pihak

Redaksi 15-07-2025, 04:37 WIB 1 menit baca
Komite Koordinasi Pendidikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, dr Frenky dan Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Komite Koordinasi Pendidikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit, dr Frenky dan Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT – Komite Koordinasi Pendidikan RSUD dr Murjani Sampit, dr Frenky, menegaskan bahwa upaya transformasi RSUD menjadi rumah sakit pendidikan tidak dapat berjalan tanpa dukungan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Saat ini kita sudah bermitra dengan Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya dan Universitas Muhammadiyah Palangka Raya untuk menjadikan RSUD Murjani sebagai rumah sakit pendidikan. Proses ini masih berjalan dan kami mohon dukungan dari semua pihak,” ujar dr Frenky saat diwawancarai, Selasa (15/7/2025).

Menurutnya, kerja sama antara universitas dan rumah sakit bersifat saling membutuhkan. Universitas memerlukan rumah sakit mitra yang mendukung kegiatan pendidikan klinis, sementara RSUD membutuhkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan kompetensi yang diberikan.

dr Frenky menjelaskan bahwa ke depannya, Kalimantan Tengah akan memiliki dua rumah sakit pendidikan, yakni RSUD dr Doris Sylvanus di Palangka Raya dan RSUD dr Murjani di Sampit.

“RS Doris Sylvanus sudah menjalin kerja sama MoU dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung untuk menerima program residensi dokter spesialis kandungan. Harapannya, ke depan RSUD dr Murjani juga akan ikut menerima program serupa,” jelasnya.

Program ini, lanjutnya, bertujuan untuk mencetak dokter-dokter muda dan spesialis melalui sistem pendidikan berbasis rumah sakit yang terstandar dan profesional.

Untuk mendukung transformasi tersebut, dr Frenky meminta dukungan dari masyarakat, Pemkab Kotim, dan DPRD agar program rumah sakit pendidikan ini bisa berjalan optimal.

“Kami masih membutuhkan dukungan anggaran, terutama untuk membenahi sarana dan prasarana. Hal ini penting agar RSUD Murjani benar-benar siap menghasilkan dokter yang profesional dan kompeten,” pungkasnya.

Transformasi RSUD dr Murjani menjadi rumah sakit pendidikan dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan ketersediaan tenaga medis, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard