Bupati Gumas Buka Lomba Inovasi Daerah 2025, Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Kreativitas
SB, KUALA KURUN – Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya Samaya Monong, secara resmi membuka Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2025 yang digelar di Aula Bapperida pada Rabu (23/7/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian strategis dari langkah percepatan transformasi birokrasi melalui penguatan budaya inovasi, sejalan dengan visi daerah “Gunung Mas yang Maju, Berkelanjutan, Berdaya Saing, Sejahtera, dan Mandiri” atau yang dikenal dengan Lanjut Maju Bersama.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya inovasi sebagai solusi atas keterbatasan sumber daya dan waktu pelaksanaan pembangunan.
“Tanpa inovasi dan kreativitas, akan sangat sulit mewujudkan seluruh rencana pembangunan yang telah disusun,” tegas Jaya Samaya Monong.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017, inovasi daerah ditujukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, pelayanan publik, partisipasi masyarakat, dan daya saing daerah.
Oleh karena itu, Bupati meminta seluruh perangkat daerah dan camat untuk menciptakan minimal satu inovasi setiap tahunnya, serta segera melengkapi data dukung untuk pelaporan ke Innovative Government Award (IGA) sebelum tenggat waktu 31 Juli 2025.
“Jadikanlah inovasi sebagai kebiasaan organisasi di perangkat daerah saudara,” pesan Bupati kepada peserta.
Kepala Bapperida Kabupaten Gunung Mas, Yantrio Aulia, dalam laporannya menyebutkan bahwa lomba ini bertujuan mendorong kreativitas OPD dalam menjalankan pemerintahan yang lebih efisien dan efektif, sekaligus meningkatkan Indeks Inovasi Daerah yang selama ini mengalami fluktuasi.
Perjalanan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Gumas, Tahun 2020 Peringkat 201 (Kurang Inovatif), 2021 Peringkat 345 (Tidak Inovatif), 2022 Peringkat 159 (Inovatif), 2023 Peringkat 325 (Tidak Inovatif), sedangkan Tahun 2024 Peringkat 158 (Inovatif).
Yantrio optimistis melalui lomba ini, Gunung Mas dapat meraih predikat Sangat Inovatif di tahun-tahun mendatang.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat dan agama. Lomba dinilai oleh tiga dewan juri independen dan kompeten di bidangnya, Dr Stepanus, Dr Eng Indrawan P Kamis, serta Rustam Effendi.
Lomba ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya inovasi dalam birokrasi, sekaligus mengakselerasi pencapaian visi pembangunan Kabupaten Gunung Mas yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. (sb/*)