seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Karhutla Kembali Ancam Palangka Raya, 16,99 Hektare Lahan Terbakar

by Redaksi - Tanggal 31-07-2025,   jam 07:08:04
Petugas ketika melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar, belum lama ini. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Musim kemarau yang mulai melanda Kalimantan Tengah kembali membawa ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), khususnya di wilayah Kota Palangka Raya. Dalam beberapa pekan terakhir, intensitas kebakaran meningkat signifikan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat hingga 30 Juli 2025, sedikitnya 55 kejadian kebakaran terjadi di sejumlah titik.

Terbaru ini, kebakaran meliputi kawasan Jalan Diklat di Kelurahan Bukit Tunggal, Jalan Garuda Km 3 di Kelurahan Palangka, Jalan Tabat Kalsa di Kecamatan Sabangau, dan Jalan Talawang Raya di Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut.

Dari keempat lokasi ini, total luas lahan yang terbakar tercatat mencapai sekitar 1,53 hektare. Namun secara keseluruhan, hingga akhir Juli ini, luas lahan yang dilahap si jago merah mencapai 16,99 hektare, berdasarkan pendataan BPBD setempat.

Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satriya Budi menyampaikan, bahwa sebagian besar kasus karhutla terjadi di Kecamatan Jekan Raya.

“Sebanyak 33 kejadian tercatat di Kecamatan Jekan Raya. Sementara di Kecamatan Pahandut ada dua kejadian, Kecamatan Sebangau sebanyak 17 kejadian, Bukit Batu tiga kejadian, dan Rakumpit tidak ada kejadian,” jelas Hendrikus, Kamis (31/7/2024).

Ia menuturkan, maraknya kebakaran lahan di wilayah ibu kota provinsi ini menunjukkan pola peningkatan yang signifikan, seiring dengan keringnya cuaca beberapa pekan terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menjalankan berbagai strategi mitigasi. Di antaranya dengan mengintensifkan sosialisasi, edukasi, dan penyebaran informasi kepada warga yang bermukim di kawasan rawan kebakaran.

Selain itu, patroli rutin dan pemantauan juga terus dilakukan di lokasi-lokasi yang dianggap memiliki potensi tinggi terjadi karhutla.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta tidak sembarangan membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat dalam mencegah meluasnya kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau berlangsung.

“Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar bencana karhutla tidak meluas dan merugikan masyarakat,” pungkasnya. (rk/sb)