Lewati ke konten utama
Provinsi

Belum Memasuki Musim Kemarau, Kalteng Hanya Alami Penurunan Curah Hujan

Redaksi 31-07-2025, 07:19 WIB 1 menit baca
Hasil prakiraan cuaca yang dilakukan oleh BMKG Tjilik Riwut mengenai kondisi di Kalimantan Tengah. (FOTO:ISTIMEWA)
Hasil prakiraan cuaca yang dilakukan oleh BMKG Tjilik Riwut mengenai kondisi di Kalimantan Tengah. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya menyampaikan bahwa wilayah Kalimantan Tengah hingga pertengahan Juli 2025 ini belum secara resmi memasuki musim kemarau.

Hal tersebut disampaikan oleh Prakirawan BMKG, Lian Adriani, berdasarkan hasil analisis iklim terbaru saat dikonfirmasi oleh awak media, Rabu (30/7/2025).

“Berdasarkan data update dasarian II Juli, saat ini belum ada wilayah di Kalimantan Tengah yang memasuki musim kemarau. Pembaruan selanjutnya akan dilakukan pada awal Agustus mendatang, berdasarkan analisis dasarian III Juli,” ujarnya.

Meski demikian, BMKG mencatat telah terjadi penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Kalteng selama dua dasarian terakhir atau sekitar 20 hari terakhir. Kondisi ini menjadi sinyal awal transisi musim yang perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Musim kemarau tahun 2025 diperkirakan akan berlangsung selama 5 hingga 13 dasarian, tergantung pada masing-masing wilayah. BMKG akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan data guna memberikan informasi yang lebih akurat.

“Sementara itu, suhu udara di Kalimantan Tengah sepanjang Juli ini masih berada dalam batas normal. Suhu maksimum harian rata-rata berada di kisaran 32 hingga 35 derajat Celsius,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lokal berdurasi singkat, yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang bahkan angin puting beliung di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

Selain itu, dengan menurunnya intensitas curah hujan, potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga semakin meningkat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk alasan apa pun, karena kondisi cuaca saat ini mulai rawan terhadap kebakaran,” tegasnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard