seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Operasi Patuh Telabang 2025 di Kotim: 599 Pelanggaran Ditindak, Kecelakaan Turun

by Redaksi - Tanggal 31-07-2025,   jam 07:28:40
Personel Satlantas Polres Kotim ketika melaksanakan Operasi patuh Telabang 2025, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA) Personel Satlantas Polres Kotim ketika melaksanakan Operasi patuh Telabang 2025, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Operasi Patuh Telabang 2025 yang digelar selama 14 hari oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) resmi berakhir pada Senin, 28 Juli 2025. Hasilnya, sebanyak 599 pelanggaran lalu lintas berhasil ditindak, baik melalui tilang manual maupun elektronik.

Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi berlangsung lancar dan mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah penindakan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, pelaksanaan Operasi Patuh selama 14 hari berjalan normal. Kami menindak 599 pelanggar, baik lewat tilang manual maupun elektronik,” ujarnya, Kamis (31/7/2025).

Sebagai perbandingan, pada Operasi Patuh Telabang tahun 2024, jumlah pelanggar yang ditindak hanya 18 orang. Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan intensitas penegakan serta kesadaran akan pelanggaran di lapangan.

Menurut hasil evaluasi, mayoritas pelanggar berasal dari kelompok usia muda, yakni 17 hingga 25 tahun, bahkan terdapat pelanggar yang masih di bawah umur.

Jenis pelanggaran yang paling dominan adalah penggunaan knalpot brong serta tidak memakai helm baik oleh pengendara maupun penumpang.

“Pelanggaran paling banyak ditemukan adalah knalpot brong dan tidak menggunakan helm. Harapannya dengan operasi ini, kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas bisa meningkat,” jelas Hariyanto.

Meski angka pelanggaran naik, jumlah kecelakaan lalu lintas justru menurun selama operasi berlangsung. Tahun ini, hanya terjadi dua kecelakaan, masing-masing di Kecamatan Cempaga dan di Jalan Water Condrat, sedangkan pada 2024 tercatat enam kejadian kecelakaan.

“Tahun ini hanya ada dua kejadian selama Operasi Patuh. Tahun lalu enam. Ini menunjukkan dampak positif dari operasi dalam menekan fatalitas kecelakaan,” pungkasnya.

Satlantas Polres Kotim berharap, hasil operasi ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih sadar dan disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama. (f1/sb)