seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Empat Kali Beraksi Bobol Warung Warga, Satu Pelaku Diringkus

by Redaksi - Tanggal 02-08-2025,   jam 09:11:18
Pemilik warung sembako yang menjadi korban menunjukan bekas congkelan pelaku pencurian. (FOTO:ISTIMEWA) Pemilik warung sembako yang menjadi korban menunjukan bekas congkelan pelaku pencurian. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Aksi pencurian kembali menyasar sebuah warung sembako milik Hendra (65), warga Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Insiden terjadi pada Jumat (1/8/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

Dua pelaku diduga berusaha membobol pintu warung menggunakan alat congkel saat situasi lingkungan sedang sepi.

Namun, aksi mereka dipergoki oleh warga yang tinggal tepat di belakang warung. Salah satu pelaku berhasil diamankan di lokasi, sedangkan satu lainnya melarikan diri.

“Salah satu pelaku berhasil diamankan oleh warga di lokasi kejadian. Sementara satu orang lainnya kabur,” kata Hendra saat dikonfirmasi media ini, Jumat siang.

Ia mengaku tidak berada di rumah saat kejadian berlangsung. Namun, suara mencurigakan dari arah warung membuat warga sekitar waspada dan segera memeriksa. Saat itulah dua pelaku diketahui sedang berusaha membongkar pintu.

“Begitu warga datang, mereka panik. Satu orang berhasil ditangkap, satunya kabur. Syukurnya, warga tidak bertindak anarkis dan langsung menyerahkan pelaku ke polisi,” jelas Hendra.

Pelaku yang diamankan disebut bukan orang yang dikenal oleh Hendra. Dalam kejadian kali ini, tidak ada barang yang berhasil dibawa kabur. Namun, Hendra menyampaikan bahwa ini merupakan kejadian pencurian yang keempat kalinya menimpa warungnya.

"Sudah empat kali warung saya dibobol. Dua kali di tahun 2024, dan dua kali di tahun ini. Pada kejadian pertama, saya kehilangan rokok dan uang tunai sekitar Rp20 juta," ujarnya.

Ia berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus ini secara serius serta meningkatkan patroli malam hari di kawasan tersebut. Pasalnya, aksi pencurian yang berulang mulai menimbulkan keresahan di kalangan warga. (f1/sb)