seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ketua SEMMI Kalteng Dipukul OTK, PB SEMMI Desak Polisi Usut Tuntas

by Redaksi - Tanggal 06-08-2025,   jam 02:10:25
Muhammad Senanatha Muhammad Senanatha

SB, PALANGKA RAYA – Tindakan pemukulan terhadap Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kalimantan Tengah oleh orang tak dikenal (OTK) merupakan aksi yang tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

Insiden ini dinilai bukan sekadar serangan terhadap individu, melainkan serangan terhadap kehormatan, keselamatan, dan keberlangsungan gerakan mahasiswa. Peristiwa tersebut diduga kuat sebagai bagian dari upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis yang menyuarakan kebenaran di tengah masyarakat.

Ketua Umum SEMMI Kalimantan Tengah diketahui aktif mengkritisi sejumlah isu, termasuk dugaan tindakan represif aparat di Kabupaten Seruyan serta indikasi korupsi yang melibatkan Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, dan Dinas Pendidikan di Kalimantan Tengah.

Menanggapi peristiwa itu, Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan PB SEMMI, Muhammad Senanatha, menyatakan kecaman keras terhadap aksi kekerasan tersebut.

“Serangan terhadap kader kami merupakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip demokrasi, keadilan, dan supremasi hukum. Tidak ada ruang, apalagi pembenaran, bagi segala bentuk intimidasi fisik terhadap mahasiswa yang sedang menjalankan peran intelektual dan moralnya demi kepentingan rakyat,” tegas Senanatha.

Ia juga mendesak Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah untuk bertindak cepat, profesional, dan transparan dalam mengusut tuntas kasus ini. PB SEMMI menolak segala bentuk pembiaran atau perlindungan terhadap pelaku kekerasan.

“Jangan biarkan pelaku kekerasan berlindung di balik kekuasaan atau impunitas. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa diskriminasi dan tanpa tekanan dari pihak mana pun,” tegasnya.

Senanatha juga menekankan pentingnya jaminan perlindungan keamanan bagi seluruh kader SEMMI, khususnya di Kalimantan Tengah, agar mereka dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial dan perjuangan mahasiswa tanpa rasa takut.

Ia memperingatkan bahwa apabila kekerasan seperti ini tidak ditindak tegas, maka negara secara tidak langsung memberi pesan bahwa kekerasan terhadap mahasiswa adalah hal yang bisa dibenarkan.

“Jika itu yang terjadi, PB SEMMI tidak akan tinggal diam. Kami akan menempuh segala jalur yang sah, baik secara hukum maupun melalui gerakan massa, untuk memastikan keadilan ditegakkan dan pelaku diadili,” ungkapnya.

Senanatha menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa SEMMI tidak akan gentar menghadapi upaya pembungkaman.

“Hari ini, satu Ketua kami dipukul. Tapi kami pastikan: suara kami tak akan bisa dibungkam. Tubuh boleh disakiti, tapi semangat perlawanan terhadap ketidakadilan akan terus menyala,” tandasnya. (sb)