Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid
SB, PALANGKA RAYA - Ancaman narkotika masih menjadi momok serius di Kalimantan Tengah. Jaringan peredaran gelap narkoba terus mengintai, menyusup hingga ke pelosok, bahkan dikendalikan dari balik jeruji penjara.
Melihat eskalasi itu, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah dengan tegas menyatakan perang terbuka tanpa kompromi terhadap seluruh pelaku penyalahgunaan narkoba.
Plt Kepala BNNP Kalteng, Kombes Pol Ruslan Abdul Rasyid mengatakan, pihaknya telah menandai babak baru dalam upaya pemberantasan narkoba yang lebih agresif dan terstruktur.
“Tidak akan ada ruang untuk para pelaku kejahatan narkotika di Kalimantan Tengah. Siapa pun mereka pengguna, pengedar, apalagi bandar akan kami kejar dan tindak tegas sesuai hukum,” tegasnya, Kamis (7/8/2025).
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala BNN RI, Komjen Pol Marthinus Hukom, yang mendorong seluruh jajaran BNN daerah untuk mengambil langkah ofensif dan konsisten dalam memerangi peredaran narkoba, termasuk jaringan yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan.
Ia mengungkapkan, letak geografis strategis Kalimantan Tengah menjadikan wilayah ini rawan dijadikan jalur transit dan distribusi narkoba antarprovinsi.
Hal ini memperkuat urgensi penanganan yang tidak hanya mengandalkan tindakan represif, tetapi juga pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami terus membangun kolaborasi dengan TNI, Polri, serta lembaga terkait lainnya. Edukasi ke masyarakat dan penguatan komunitas menjadi bagian penting dalam membentuk ketahanan sosial terhadap bahaya narkoba,” jelasnya.
BNNP Kalteng meyakini bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan, pelaporan, serta edukasi lingkungan sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini.
“Ini bukan hanya perjuangan BNN, ini adalah perjuangan kita semua. Mari kita jaga Kalimantan Tengah agar tetap bersih dari narkoba, demi masa depan generasi yang sehat dan berdaya,” tutupnya. (rk/sb)