seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Menteri LHK Pimpin Rakor dan Apel Gabungan Cegah Karhutla di Kalteng

by Redaksi - Tanggal 07-08-2025,   jam 08:55:37
Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau kesiapan personel. (FOTO:SEPUTAR BORNEO) Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meninjau kesiapan personel. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (07/08/2025), sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai terjadi di wilayah tersebut.

Menteri Hanif didampingi oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta disambut langsung oleh Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran, Wakil Gubernur H Edy Pratowo, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Kalteng.

Kegiatan diawali dengan Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, kemudian dilanjutkan dengan apel gabungan di halaman kantor gubernur.

Dalam arahannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa tugas utama KLHK dalam penanggulangan Karhutla mengacu pada Keputusan Menko Polhukam No 29 Tahun 2025.

Tugas tersebut meliputi menyusun arah kebijakan lingkungan dalam desk karhutla, mengendalikan pelaksanaan tugas dari aspek lingkungan hidup, melakukan evaluasi terhadap strategi penanganan, memberi rekomendasi atas dampak lingkungan, dan melaporkan pelaksanaan kepada Presiden melalui Ketua Pengarah.

“KLHK juga berperan aktif dalam penegakan hukum, pemulihan ekosistem, serta pengendalian kebakaran lahan non-hutan. Komunikasi publik juga terus ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan bahaya Karhutla,” ujar Hanif.

Ia juga menekankan pentingnya tindakan preventif, seperti larangan pengeringan lahan gambut, revitalisasi sekat kanal, pengaktifan satuan tugas karhutla, edukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, keterlibatan akademisi untuk riset alternatif pembukaan lahan ramah lingkungan, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

Kepala BNPB menyampaikan, bahwa langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pembuatan hujan buatan, sehingga beberapa kali terjadi hujan. Selain itu juga siagakan dua helikopter patroli serta siap digunakan water bombing.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berpeluang besar dilakukan di Kalteng, mengingat potensi pertumbuhan awan hujan mencapai >70%. Sejak 1-5 Agustus 2025, wilayah Kalteng juga menerima curah hujan ringan hingga lebat, mendukung intervensi OMC.

Ia menjelaskan, TMAT (Tinggi Muka Air Tanah) yang dimonitor KLHK menunjukkan 17% stasiun berada dalam kategori rawan, 8% kategori sangat rawan, dan 2% kategori berbahaya.

“Kondisi ini memperkuat urgensi pembasahan lahan gambut sebagai tindakan pencegahan karhutla,” bebernya. (sb)