seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

WBP Kalteng Unjuk Kreativitas di IPPA Fest 2025 di Banten

by Redaksi - Tanggal 11-08-2025,   jam 10:08:54
Produk hasil olahan WBP Kalteng saat mengikuti Indonesian Prison Products and Arts Festival di Banten. (FOTO:ISTIMEWA) Produk hasil olahan WBP Kalteng saat mengikuti Indonesian Prison Products and Arts Festival di Banten. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, BANTEN – Karya-karya kreatif Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari Lapas dan Rutan se-Kalimantan Tengah turut memeriahkan pembukaan Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPA Fest) 2025 yang digelar di Aloha PIK 2, Banten. Festival tahunan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Agustus 2025, dan resmi dibuka pada Jumat (8/8/2025).

IPPA Fest merupakan ajang nasional untuk memamerkan, mempromosikan, serta mengapresiasi hasil karya seni, kerajinan, dan produk kreatif buatan WBP dari seluruh Indonesia. Tahun ini, kegiatan mengangkat tema "Merdeka Kreativitas, Walau Tempat Terbatas", yang mencerminkan semangat para WBP dalam berkarya meskipun berada di balik tembok pemasyarakatan.

Beragam stan pameran menarik perhatian pengunjung, menampilkan hasil kerajinan tangan, karya seni, hingga kuliner khas yang dibuat oleh WBP. Produk-produk unggulan dari Kalimantan Tengah seperti anyaman rotan, olahan makanan, dan kerajinan berbahan kayu Nyatu mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengungkapkan rasa bangganya atas keikutsertaan WBP dari wilayahnya dalam ajang bergengsi ini.

“IPPA Fest adalah panggung penting bagi WBP untuk menunjukkan bahwa kreativitas dan keterampilan tidak terhalang oleh keterbatasan. Kami bangga karya-karya WBP Kalimantan Tengah mampu bersaing dan diapresiasi secara nasional,” ujarnya.

Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta para pimpinan tinggi pratama Ditjenpas dan Kepala Kanwil Pemasyarakatan se-Indonesia. Kehadiran para Ketua PIPAS daerah juga turut menyemarakkan pembukaan acara.

Tak hanya pameran, IPPA Fest juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni musik, tari, dan teater yang dibawakan langsung oleh para WBP, menjadi bukti nyata dari pembinaan yang bersifat menyeluruh dan humanis.

Lebih lanjut, I Putu Murdiana menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar festival, melainkan wadah strategis untuk pengembangan keterampilan WBP yang berdampak langsung pada masa depan mereka.

“Dengan IPPA Fest, karya WBP bisa menjangkau pasar lebih luas dan menjadi bekal keterampilan serta peluang usaha saat mereka kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, I Putu berharap IPPA Fest terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat citra positif Pemasyarakatan di mata publik.

“Semoga IPPA Fest mempererat kolaborasi antara Pemasyarakatan, masyarakat, dan pelaku industri kreatif untuk membuka lebih banyak peluang bagi WBP. Kreativitas adalah jembatan menuju reintegrasi sosial yang sukses,” pungkasnya. (sb/*)