Lewati ke konten utama
Pemkab Kotawaringin Timur

Awal September Bupati Kotim Rombak Pejabat

Redaksi 20-08-2025, 09:00 WIB 1 menit baca
Bupati Kotim Halikinnor saat memberikan pidato sambutan, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)
Bupati Kotim Halikinnor saat memberikan pidato sambutan, beberapa waktu lalu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akan melakukan rotasi jajaran pejabat eselon pada awal September 2025. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN).

"Rencananya awal September nanti akan ada rotasi jabatan. Kalau tidak ada halangan, itu akan segera dilakukan. Jadi tunggu saja," ujar Bupati Kotim, Halikinnor, Rabu (20/8/2025).

Ia mengungkapkan bahwa evaluasi kinerja dilakukan secara rutin setiap enam bulan, menyusul masih adanya pejabat yang belum mampu menyelesaikan persoalan di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD). Beberapa permasalahan yang seharusnya selesai di level OPD bahkan masih sampai ke meja bupati.

“Makanya kita lakukan evaluasi per enam bulan. Ada hal-hal yang seharusnya tidak perlu sampai ke saya, tapi kenyataannya masih terjadi,” tegas Halikinnor.

Menurutnya, rotasi jabatan bukan hanya soal mengganti posisi, melainkan bagian dari proses job fit yang mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta capaian kinerja masing-masing pejabat. Penyegaran ini diharapkan mampu membangkitkan semangat kerja ASN dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Rotasi ini harus dipahami bukan hanya untuk mengganti orang, tapi lebih pada penyegaran lingkungan kerja. Kalau semangatnya baru, hasilnya tentu lebih maksimal," tambahnya.

Meski belum mengungkap nama-nama pejabat yang akan digeser, Halikinnor memastikan seluruh ASN di tingkat kabupaten hingga kecamatan sudah diminta untuk mempersiapkan diri dan meningkatkan kinerja agar selaras dengan harapan publik.

Ia juga menekankan bahwa rotasi jabatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mempercepat akselerasi pembangunan dan memastikan serapan anggaran optimal menjelang akhir tahun.

"Ini untuk mempercepat akselerasi pembangunan. Kita ingin program berjalan sesuai target dan proyeksi," tutupnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard