Kapolda Kalteng Tinjau Kesiapan Dapur Gizi, Pekan Depan MBG Siap Didistribusikan ke Sekolah
SB, PALANGKA RAYA – Polda Kalimantan Tengah tengah bersiap meluncurkan program strategis pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah yang berada di wilayah Bumi Tambun Bungai.
Untuk memastikan hal itu, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan secara langsung meninjau kesiapan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (17/9/2025).
Hal ini merupakan bentuk bagian dari upaya memastikan kelancaran distribusi makanan bergizi gratis yang ditargetkan mulai berjalan minggu depan.
“Kami ingin memastikan semua persiapan berjalan baik. Jika tidak ada hambatan, minggu depan dapur SPPG sudah mulai operasional,” ujar Kapolda saat memantau fasilitas SPPG.
Program ini menyasar sekitar 3.400 siswa, terutama dari tingkat TK hingga SD yang tersebar di berbagai sekolah di wilayah prioritas.
Untuk menunjang distribusi, dua unit kendaraan operasional telah disiapkan agar proses pengantaran makanan ke sekolah bisa rampung dalam waktu singkat.
“Kalau hanya satu kendaraan, jelas tidak mencukupi. Target kami, distribusi selesai kurang dari 30 menit,” tegasnya.
Selama peninjauan, tim juga melakukan uji fungsi terhadap dapur dan perlengkapan masak, sekaligus mencicipi dan mengevaluasi menu yang akan diberikan kepada siswa. Hasilnya dinilai memuaskan, baik dari segi kandungan gizi, kebersihan, hingga variasi menu.
“Setiap makanan sudah diuji oleh ahli gizi. Kami pastikan higienitasnya terjaga dan menunya akan berganti setiap hari, sesuai kebutuhan kalori anak-anak,” kata Kapolda.
Program SPPG ini merupakan bagian dari inisiatif Polri dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemenuhan gizi anak, khususnya di daerah terpencil atau yang masuk kategori rawan pangan.
Tak hanya di Palangka Raya, Irjen Iwan juga memastikan pembangunan SPPG dilakukan merata di seluruh Kalimantan Tengah. Saat ini, sudah terdapat 20 titik dapur gizi yang sedang dibangun dan ditargetkan setiap kabupaten dan kota memiliki minimal dua unit SPPG.
“Tahap pertama pembangunannya sudah mencapai lebih dari 40 persen. Untuk tahap kedua, kita baru mulai proses peletakan batu pertama,” jelasnya.
Kapolda berharap, pelaksanaan program makan siang gratis ini dapat berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi anak-anak di Kalimantan Tengah.
“Kami akan terus evaluasi pelaksanaannya. Karena ini program perdana, pasti ada yang perlu diperbaiki. Yang penting, anak-anak kita bisa segera menikmati makan siang bergizi, gratis,” tutupnya. (rk/sb)