DAD Kotim Sampaikan Sikap Protes Skema KSO PT Agrinas Palma Nusantara
SB, SAMPIT - Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyampaikan sikap protes atas ketidak terbukaan skema Kerja Sama Operasional (KSO) oleh PT. Agrinas Palma Nusantara.
Untuk diketahui PT Agrinas Palma Nusantara merupakan perusahaan yang mengelolah kebun kelapa sawit hasil sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).
"Protes ini sifatnya bagaimana Agrinas lebih terbuka dalam skema KSO pengelolaan lahan hasil sitaan Satgas PKH," kata Ketua Harian DAD Kotim, Gahara, Kamis (18/9/2025).
Menurutnya, keterlibatan masyarakat hukum adat atau masyarakat lokal sebagai mitra perusahaan sangat penting. Baik itu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) ataupun melalui koperasi lokal.
Ia mengakui sikap ini juga sejalan dengan DAD provinsi Kalteng karena komitmen dari kelembagaan adat harus memperjuangkan hak-hak masyarakat lokal.
"Kita sudah menyampaikan langsung dengan Gubernur dan secara prinsipnya beliau mendukung. Kita akan perjuangkan ini bahwa ada masyarakat lokal yang ikut diberdayakan untuk KSO," jelas Gahara.
Pihaknya berharap Pemerintah Daerah bisa menfasilitasi pertemuan dengan PT Agrinas Palma Nusantara untuk dilakukan audensi bersama.
Audensi ini dilakukan agar nantinya ketika Agrinas mengelola kebun itu ada keamanan dan tidak akan ada potensi-potensi konflik di lapangan.
"Agrinas ini kan dari pusat dan kita dari daerah diupayakan bisa terhubung untuk jalin komunikasi bersama. Ini demi kepentingan daerah dan kepentingan masyarakat di sekitar kebun juga," ujar Gahara.
Sementara informasi mengenai Agrignas sudah menjalin komunikasi dengan BUMD Kotim, Gahara mertanyakan konkret kerjasamanya seperti apa.
"Jangan cuma komunikasi yang tidak ada konkretnya, tidak ada kejelasannya. Misalnya disebut bahwa BUMD sudah mendapatkan KSO sekian hektare kebun. Nah itu harus dijelaskan kepada publik, harus disampaikan kepada media. Biar semuanya terang beneran, tidak ada yang disembunyikan," jelasnya.
Pada prinsipnya Bupati Kotim mendukung perjuangan ini supaya pemberdayaan orang lokal, pengusaha lokal itu betul-betul ada realisasinya.
"Kita berjuangkan sama-sama. Jangan sampai kita yang masyarakat lokal ini jadi penonton tidak menikmati," pungksnya. (f1/sb)