Lewati ke konten utama
Provinsi

Usai Disorot Dewan, Bulog Kotim Kembali Serap Gabah Petani

Redaksi 25-09-2025, 05:27 WIB 2 menit baca
Panen Raya di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)
Panen Raya di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Bulog Cabang Kabupaten Kotim kembali menyerap hasil gabah petani. Hal tersebut usai menjadi sorotan kalangan dewan setempat usai petani mengeluh gabah merah tidak diterima Bulog dengan alasan full kapasitas.

"Sudah satu bulan ini, petani pada pusing menjual gabah keringnya. Karena Bulog tidak bisa lagi menampung dengan alasan  secara teknis gudangnya penuh,” kata Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur, Rabu (24/9/2025).

Hal tersebut langsung direspon Kepala Bulog Cabang Kabupaten Kotim, Muhammad Azwar Fuad, membenarkan bahwa sempat ada jeda sekitar satu Minggu penyerapan gabah petani lokal.

Namun penyerapan akan kembali dibuka, khususnya pengambilan gabah petani Desa Lampuyang, Kabupaten Kotim yang saat ini sedang dalam proses pemanenan.

"Kita sudah komunikasikan dengan Dinas Pertanian dan Kepala Badan Penyuluh Pertanian di desa Lampuyang bahwa kita siap menyerap kembali panen musim Gadu", ujarnya, Kamis (25/9/2025).

Ia menjelaskan, terjadi penghentian ini karena anggaran untuk penyerapan sudah tercapai setara 3 juta ton beras.

"Saat itu masih koordinasi dengan Kementerian Pertanian dan kementerian keuangan. Alhamdulillah hari Senin kemarin sudah diputuskan Bulog tetap lanjut menyerap dengan tambahan anggaran dari pemerintah pusat," jelasnya.

Dengan anggaran pemerintah pusat tersebut Bulog diperintahkan untuk lanjut menyerap gabah hasil panen musim Gadu. Pada prinsipnya selama masih ada panen dan harga dibawah HPP, Bulog Cabang Kotim akan tetap menyerap gabah petani.

Lebih lanjut, Bulog Cabang Kotim yang wilayah kerjanya termasuk kotim, seruyan dan Pagatan tahun ini serapannya kurang lebih sudah 12.300 ton, sudah melebihi target yang ditetapkan.

"Untuk angka serapan kami lebih dari 12.000 ton setara gabah ini tertinggi sepanjang sejarah Bulog cabang Kotim,” ungkapnya.

Sebelum ada instruksi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) serapan pihaknya masih setara beras 1.000-2.000 ton atau setara gabah 3000 ton sekarang sudah tembus 12.000 Ton dan ini angkanya terus bertambah seiring adanya panen musim Gadu 2025. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard