Lewati ke konten utama
Budaya

Dayak Opera Nyai Nyalong Apoi 2, Kisah Perempuan Dayak Melawan Penindasan

Redaksi 27-09-2025, 09:40 WIB 2 menit baca
Pageleran Dayak Opera di Panggung Teater Taman Budaya Jalan Temanggung Tilung, Kota Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pageleran Dayak Opera di Panggung Teater Taman Budaya Jalan Temanggung Tilung, Kota Palangka Raya. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, PALANGKA RAYA – Di tengah hujan malam tak menyurutkan penampilan pemeran Dayak Opera Nyai Nyalong Apoi 2 Penumpasan Raja Asang Bukut yang dilaksanakan oleh UPT Taman Budaya Kalteng di Panggung Teater Jalan Temanggung Tilung, Jumat malam (26/9/2025).

Sorak penonton menggema di panggug tersebut, karena Dayak Opera disebut sebagai satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Pertunjukan ini menghadirkan suasana khidmat dan penuh semangat dalam rangka pelestarian budaya daerah.

Dayak Opera ini mengangkat kisah kepahlawanan sosok perempuan tangguh, Nyai Nyalong Apoi, yang memimpin perlawanan rakyat terhadap tirani Raja Asang Bukut. Cerita disajikan dalam bentuk sendratari modern berdurasi lebih dari satu jam, yang memadukan unsur tari, musik, dan teater.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, yang hadir mewakili Gubernur Kalteng, memberikan apresiasi tinggi atas pertunjukan tersebut.

“Acara ini adalah momentum penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus mengingatkan kita akan nilai-nilai keberanian dan keadilan yang diwariskan para leluhur,” ujarnya.

Yuas menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan identitas daerah.

“Kami berharap kegiatan rutin seperti ini mampu memotivasi para seniman untuk terus berkarya, sekaligus menjadikan seni budaya sebagai daya tarik wisata yang membanggakan,” tambahnya.

Pertunjukan ini juga menjadi ruang refleksi akan peran perempuan dalam sejarah perjuangan, serta sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah.

“Melalui acara ini kita diingatkan bahwa seni tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat karakter masyarakat dan membuka peluang kerja sama di masa depan,” kata Yuas.

Sementara itu, Kepala UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Wildae D Binti, mengungkapkan harapannya agar pertunjukan seperti ini dapat terus diangkat dan dikembangkan, mengingat kekayaan khazanah budaya Kalteng yang luar biasa.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai seni dan budaya, khususnya di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Sutradara pertunjukan, Arbendi I. Tue, menyebut bahwa Dayak Opera telah digelar sejak beberapa tahun terakhir dan terus mengalami penyempurnaan. Ia menyampaikan kebanggaannya atas pertunjukan ini yang disebut sebagai satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

“Kami berharap ke depan, Dayak Opera bisa dipentaskan hingga ke luar negeri sebagai bentuk promosi budaya Kalimantan Tengah ke kancah internasional,” tuturnya.

Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, namun juga penegasan komitmen bersama untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard