Lewati ke konten utama
Provinsi

Bantah Keracunan, BGN Sebut Murid Alami Gangguan Kesehatan Usai Santap MBG

Redaksi 29-09-2025, 07:13 WIB 1 menit baca
ILUSTRASI
ILUSTRASI

SB, PALANGKA RAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semestinya menjadi solusi perbaikan gizi pelajar justru memicu kegaduhan publik.

Sebanyak 27 murid Sekolah Dasar di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dari program tersebut.

Insiden yang sempat diwarnai dugaan keracunan massal ini akhirnya diakui oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Palangka Raya. Melalui klarifikasi resminya, Koordinator Wilayah BGN, Nur Izzah Dinillah, membenarkan adanya sejumlah siswa yang jatuh sakit setelah konsumsi makanan MBG.

“Kami membenarkan bahwa telah terjadi insiden di mana sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan,” ujar Nur Izzah dalam pernyataan tertulis, Senin (29/9/2025).

Namun, pihaknya enggan menyebut peristiwa itu sebagai “keracunan”. Ia beralasan, beberapa siswa sebelumnya telah mengalami radang tenggorokan dan penurunan daya tahan tubuh, yang membuat mereka lebih rentan terhadap bahan tambahan seperti saus cepat saji yang digunakan dalam makanan.

“Gejala yang muncul bukan sepenuhnya akibat dari makanan MBG itu sendiri, tapi dipengaruhi oleh kondisi kesehatan anak-anak sebelumnya,” jelasnya.

BGN mengklaim telah menawarkan rujukan medis bagi siswa yang mengalami gejala. Namun, pihak sekolah disebut memilih untuk hanya memberikan penanganan pertama tanpa melanjutkan ke fasilitas kesehatan.

Menurut BGN, seluruh siswa yang terdampak kini telah pulih sepenuhnya, tidak ada yang menjalani rawat inap, dan semua kembali bersekolah serta mengikuti program MBG seperti biasa.

Meski menyatakan kondisi telah terkendali, BGN tidak menampik adanya celah dalam pelaksanaan teknis program.

Lembaga tersebut berjanji akan memperketat prosedur operasional standar (SOP) demi mencegah insiden serupa di masa mendatang.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan keamanan program ini agar benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak di Kota Palangka Raya,” tutupnya. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard