dr Bahrun Abbas: Perlu Sinergi Tekan Kasus Penyakit Menular dan Tidak Menular
SB, KUALA PEMBUANG - Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, dr Bahrun Abbas secara resmi membuka Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di GHouse Kuala Pembuang.
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara berbagai instansi dalam menangani persoalan kesehatan, khususnya penyakit menular dan tidak menular yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Seruyan.
Dalam sambutannya, dr Abbas menyoroti penurunan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dari 366 kasus di tahun 2024 menjadi hanya 53 kasus di tahun 2025. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga.
“Dari tahun ke tahun, kasus malaria impor justru menunjukkan tren kenaikan. Diperlukan kerja sama lintas sektor dan lintas program agar angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular bisa ditekan,” jelasnya.
Selain penyakit menular, dr Abbas juga mengingatkan bahwa penyakit tidak menular (seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung) kini menjadi ancaman serius, karena berpotensi menimbulkan dampak luas baik secara kesehatan maupun sosial ekonomi masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh kepala puskesmas dan camat di Kabupaten Seruyan untuk berkomitmen penuh dalam mengimplementasikan program-program kesehatan di wilayah masing-masing.
“Koordinasi ini penting untuk memperkuat pemahaman bersama serta mendukung pencapaian target global dalam pengendalian penyakit di daerah,” pungkasnya.
Pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah konkret dan kolaboratif antar pemangku kepentingan guna membangun masyarakat Seruyan yang lebih sehat dan tangguh terhadap ancaman penyakit. (sb)