Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Keterbatasan Face Regnition, RSUD dr Murjani Minta Penambahan Alat ke BPJS Kesehatan

Redaksi 07-10-2025, 11:33 WIB 1 menit baca
Antrean pasien BPJS Kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)
Antrean pasien BPJS Kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Kebijakan baru penggunaan pemindai wajah (face recognition) untuk verifikasi pasien BPJS Kesehatan di RSUD dr Murjani Sampit menimbulkan antrean panjang sejak diterapkan pada 1 Oktober 2025.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit, dr Iman Hernawan, mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah alat menjadi penyebab utama penumpukan pasien, khususnya di lantai satu rumah sakit.

"Kita akui sejak 1 Oktober hingga Senin kemarin terjadi penumpukan pasien di lantai satu," kata dr Iman saat ditemui, Selasa (7/10/2025).

Saat ini, rumah sakit hanya memiliki dua alat pemindai wajah yang masing-masing ditempatkan di lantai 1 dan lantai 2. Jumlah tersebut dinilai tidak sebanding dengan volume pasien harian yang mencapai 300 hingga 400 orang.

Akibatnya, antrean mengular sejak pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah itu, antrean mulai terurai dan pasien dapat melanjutkan ke klinik tujuan masing-masing.

"Kami tetap melayani semua pasien BPJS, meski membutuhkan waktu yang cukup lama. Penumpukan terjadi sekitar dua jam sejak pagi," jelasnya.

Untuk mempercepat proses layanan, pihak RSUD telah mengajukan permohonan penambahan empat alat face recognition kepada BPJS Kesehatan selaku penyedia perangkat.

"Kami sudah usulkan ke BPJS Kesehatan. Penambahan alat ini sangat penting agar layanan lebih cepat dan pasien tidak terlalu lama mengantre," pungkas dr. Iman. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard