Terapkan Face Recognition dan Sidik Jari, Pengambilan Obat Tak Bisa Diwakilkan
SB, SAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit kini menerapkan sistem face recognition (pengenalan wajah) dan perekam sidik jari dalam proses pengambilan obat bagi pasien. Dengan sistem ini, pasien diwajibkan hadir secara langsung untuk mengambil obat, sebagai bagian dari verifikasi identitas berbasis biometrik.
“Pasien harus datang sendiri. Kalau untuk ambil obat, tidak bisa diwakilkan lagi, kecuali dalam kondisi darurat atau sedang dirawat di ruang gawat darurat,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani, dr Iman Hernawan, pada Jumat (10/10/2025).
Sistem ini bekerja dengan mencocokkan wajah dan sidik jari pasien terhadap data biometrik yang telah tersimpan dalam database rekam medis rumah sakit. Jika data cocok, apoteker akan melanjutkan proses penyerahan obat. Namun jika tidak sesuai, sistem akan secara otomatis menolak dan memberi peringatan, serta obat tidak akan diserahkan.
“Ini untuk mencegah orang lain mengambil obat yang bukan haknya, apalagi jika obat tersebut bersifat terbatas atau memiliki efek samping serius bila salah konsumsi,” jelas dr Iman.
Penerapan sistem ini disebut sebagai langkah maju dalam meningkatkan keamanan dan efisiensi layanan kesehatan, terutama dalam hal distribusi obat.
Ia mengakui bahwa pada awal implementasi terdapat sejumlah kendala teknis, terutama terkait keterbatasan alat, namun pihak rumah sakit optimistis sistem akan berjalan lancar seiring waktu.
“Meskipun awalnya sedikit terkendala karena kekurangan alat, kami yakin semuanya akan lancar ketika pasien sudah terbiasa dan alat pendukung sudah memadai,” pungkas dr Iman. (f1/sb)