Lewati ke konten utama
Pemkab Gunung Mas

Pemkab Gumas Sosialisasikan Program Wajib Belajar Satu Tahun Pra Sekolah

Redaksi 20-10-2025, 11:34 WIB 2 menit baca
Pemkab Gumas saat melaksanakan sosialisasi dan advokasi Program Wajib Belajar Satu Tahun Pra Sekolah. (FOTO:DISKOMINFO)
Pemkab Gumas saat melaksanakan sosialisasi dan advokasi Program Wajib Belajar Satu Tahun Pra Sekolah. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, KUALA KURUN - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD menggelar kegiatan Sosialisasi dan Advokasi Program Wajib Belajar Satu Tahun Pra Sekolah, belum lama ini.

Kegiatan ini diikuti oleh 65 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Gunung Mas.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie Jaya S. Monong, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan pra sekolah sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kesiapan anak menuju jenjang pendidikan dasar.

“Usia 5–6 tahun merupakan masa emas perkembangan anak. Melalui program wajib belajar pra sekolah, kita ingin memastikan setiap anak di Kabupaten Gunung Mas mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendidik,” ujarnya.

Mimie juga menekankan bahwa keberhasilan program ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan dukungan aktif dari guru PAUD, orang tua, dan masyarakat.

“Guru-guru PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak. Karena itu, kita semua harus berkomitmen untuk bersama-sama menyukseskan program ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Gunung Mas, Aprianto, menyatakan bahwa program wajib belajar satu tahun pra sekolah merupakan langkah konkret untuk memperkuat akses dan kualitas pendidikan anak usia dini di daerah tersebut.

“Program ini adalah upaya kita untuk menyiapkan generasi yang siap belajar di sekolah dasar. Selain memberikan edukasi, guru juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat belajar anak dengan pendekatan yang menyenangkan dan penuh kasih,” katanya.

Dalam sesi pemaparan materi, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Gunung Mas, Rameina Widyastuty, menjelaskan strategi pelaksanaan program ini. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta penyusunan kurikulum berbasis karakter.

“Kami berharap para guru PAUD dapat menjadi ujung tombak dalam penerapan program ini, agar anak-anak di Gunung Mas benar-benar siap menghadapi masa transisi ke jenjang pendidikan dasar,” ungkap Rameina.

Kegiatan sosialisasi dan advokasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh lembaga PAUD terkait tujuan, sasaran, dan mekanisme pelaksanaan program wajib belajar pra sekolah satu tahun.

Dengan demikian, tidak ada lagi anak usia dini yang tertinggal dari hak dasarnya untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard