Lewati ke konten utama
Kotawaringin Timur

Tren Kunjungan Pasien 2025 di RSUD dr Murjani Sampit Hampir 50 Persen

Redaksi 23-10-2025, 01:49 WIB 1 menit baca
Manajemen RSUD dr Murjani Sampit saat pembahasan APBD tahun anggaran 2025 bersama Komisi III DPRD Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Manajemen RSUD dr Murjani Sampit saat pembahasan APBD tahun anggaran 2025 bersama Komisi III DPRD Kotim. (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany mengatakan, terjadi tren penurunan pasien rawat inap dan rawat jalan di Murjani pada tahun 2025.

"Sebenarnya tren penurunan kunjungan pasien pada 2025 di Murjani ini sudah kami prediksi dari 2024. Penyebabnya ada dari faktor eksternal," kata dr Yulia saat pembahasan APBD Tahun anggaran 2025 bersama Komisi III DPRD Kotim.

Faktor internal berupa penerapan kebijakan baru oleh BPJS Ketenagakerjaan, atau mungkin kekurangan dokter spesialis di rumah sakit.

Sedangkan faktor eksternal berupa peningkatan performa Puskesmas Kecamatan yang bisa menangani pasien tanpa harus berkunjung ke rumah sakit Murjani.

Ia menjelaskan, kunjungan pasien rawat jalan pada 2021 sebanyak 81.006 pasien, pada 2022 sebanyak 100.980 pasien, pada 2023 sebanyak 133.343 pasien, kemudian 2024 sebanyak 141.374 pasien dan pada tahun 2025 turun menjadi 72.857 pasien.

Kemudian untuk pasien rawat inap pada tahun 2021 sebanyak 13.009, pada 2022 sebanyak 14.693, pada 2023 sebanyak 19.126 pasien, kemudian pada 2024 sebanyak 16. 027 pasien dan pada tahun 2025 turun menjadi 11.547 pasien.

"Di Internal kami bisa karena dokter spesialis kami kurang. Analasisis kebijakan penetapan BPJS Kesehatan juga sangat mempengaruhi. Bahkan kita lihat dari tahun 2024-2025 penurunannya hampir 50 persen," jelasnya.

Tambahnya, penurunan kunjungan pasien tersebut berdampak pada pendapatan rumah sakit namun disatu sisi pihaknya juga memprioritaskan pelayanan yang prima. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard