RSUD dr Murjani Sampit Hadapi Masalah Genangan Air, Drainase Jadi Sorotan
SB, SAMPIT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit kerap mengalami masalah genangan air akibat sistem drainase yang kurang optimal dan dimensi saluran air yang terlalu kecil, terutama di area bangunan lama.
Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, menjelaskan bahwa posisi halaman rumah sakit lebih rendah dibandingkan dengan saluran drainase di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan air mudah menggenang, khususnya saat musim hujan.
“Drainase sering kali kami komplen karena posisinya lebih tinggi dari tempat kami. Saya sendiri sudah melaporkan hal ini ke Kabid Penunjang,” ujar dr Yulia Nofiany, Jumat (7/11/2025).
Ia menambahkan, pihak rumah sakit saat ini sedang berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi genangan air tersebut, mengingat area yang terdampak merupakan jalur strategis menuju ruang operasi dan ruang rawat inap pasien.
“Kami masih mencari solusi, mungkin bisa dijadikan area hijau atau dikembangkan dengan konsep green hospital untuk para pengunjung. Termasuk dalam rencana renovasi beberapa ruangan, seperti ruang VVIP. Namun karena kondisi keuangan daerah sedang dilakukan pemangkasan, sementara ini kami harus menahan diri dulu,” jelasnya.
Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Langkap, juga menyoroti persoalan genangan air di area rumah sakit, terutama di bagian bangunan lama yang kerap tergenang setiap kali hujan deras.
Langkap menduga, genangan air tersebut disebabkan oleh sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal atau tidak sesuai dengan kebutuhan lingkungan rumah sakit.
Ia pun mengimbau pihak RSUD dr Murjani Sampit untuk segera menangani persoalan ini dan memanfaatkan area kosong di sekitar rumah sakit agar dapat dijadikan tempat singgah atau area hijau bagi pengunjung pasien. (f1/sb)