Lewati ke konten utama
Pemkab Pulang Pisau

Wabup Pulpis Pantau Intervensi Stunting di Desa Sei Bakau, Targetkan Zero Stunting 2026

Redaksi 15-11-2025, 10:46 WIB 2 menit baca
Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta menghadiri Rakor intervensi stunting. (FOTO:DISKOMINFO)
Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta menghadiri Rakor intervensi stunting. (FOTO:DISKOMINFO)

SB, PULANG PISAU – Wakil Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Jayadikarta, bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) kembali melaksanakan Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan dan Monitoring Pelaksanaan Intervensi Spesifik di Desa Sei Bakau, Kecamatan Sebangau Kuala, pada Kamis (13/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting di wilayah Pulang Pisau, terutama di daerah pesisir seperti Sebangau Kuala. Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen menjadikan Desa Sei Bakau sebagai desa percontohan zero stunting pada 2026.

“Upaya menurunkan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ini memerlukan kerja nyata seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta dukungan masyarakat. Dengan sinergi bersama, saya optimis Desa Sei Bakau dapat menjadi desa zero stunting tahun depan,” ujar Ahmad Jayadikarta.

Wabup menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis sejak masa kandungan hingga usia dua tahun. Dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga menurunkan kemampuan kognitif dan produktivitas saat dewasa.

Percepatan penurunan stunting menjadi prioritas pembangunan sumber daya manusia Kabupaten Pulang Pisau, sebagaimana tertuang dalam Rencana Aksi Daerah TPPS. Pemerintah daerah terus mendorong intervensi gizi spesifik dan sensitif melalui koordinasi lintas sektor.

Kegiatan monitoring TP3S di Desa Sei Bakau meliputi peninjauan langsung pelaksanaan intervensi spesifik, antara lain: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita gizi kurang, Pelayanan imunisasi dasar lengkap, Pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu, dan Penguatan peran kader kesehatan desa.

TP3S juga memastikan intervensi sensitif berjalan optimal, seperti peningkatan ketahanan pangan keluarga, penyuluhan gizi, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Melalui rapat koordinasi ini, TP3S berharap tercipta komitmen dan konsistensi bersama antara pemerintah kecamatan, desa, dan lintas sektor untuk memperkuat capaian intervensi di Kecamatan Sebangau Kuala.

“Kunci keberhasilan penurunan stunting adalah keberlanjutan program dan pendampingan keluarga berisiko stunting. Kita semua punya tanggung jawab memastikan anak-anak Pulang Pisau tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi unggul masa depan,” tegas Wabup.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarto, memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dan seluruh mitra kerja dalam menurunkan angka stunting hingga mendekati nol kasus di Desa Sei Bakau. Namun ia menegaskan bahwa status zero stunting bukan akhir dari pekerjaan.

“Meskipun nanti sudah mencapai status zero stunting, bukan berarti pekerjaan kita selesai. Pengendalian stunting adalah upaya jangka panjang yang membutuhkan komitmen bersama. Monitoring, evaluasi, dan efektivitas intervensi di lapangan harus terus dijaga,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menargetkan penurunan signifikan angka stunting di seluruh desa pada 2025, serta menjadikan Desa Sei Bakau sebagai model desa bebas stunting di wilayah pesisir. (sb/*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard