Lewati ke konten utama
Provinsi

Hadiah Juara Turnamen Sepakbola Gubernur Cup 2025 Dipotong, Ini Penjelasan Panitia

Redaksi 15-11-2025, 03:52 WIB 2 menit baca
Tampak Kobar United vs Isen Mulang Selection bertanding dibabak final. (FOTO:ISTIMEWA)
Tampak Kobar United vs Isen Mulang Selection bertanding dibabak final. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA – Turnamen Sepakbola Gubernur Cup 2025 “Putaran Provinsi” resmi berakhir pada Rabu, 5 November 2025 di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya. Empat tim terbaik telah ditetapkan sebagai pemenang, yakni:

1. Juara 1: Kobar United

2. Juara 2: Isen Mulang Selection

3. Juara 3: Kobes All Star FC

4. Juara 4: Barsel Selection

Meski turnamen telah selesai sekitar dua pekan lalu, sejumlah peserta mengaku masih menyimpan tanda tanya terkait mekanisme pemberian hadiah. Pasalnya, hadiah yang diterima mengalami pemotongan sebesar 5 persen oleh panitia dengan alasan sebagai potongan pajak dnan itu resmi.

Dari informasi, sejak awal tidak pernah disampaikan adanya potongan pajak untuk hadiah pemenang. Pemotongan baru diketahui saat hadiah ditransfer ke rekening masing-masing pemenang, sehingga menimbulkan kekecewaan karena dianggap kurang transparan.

Selain itu, klub juga mempertanyakan informasi awal bahwa total hadiah mencapai Rp 300 juta, namun realisasi di lapangan diduga hanya sekitar Rp 250 juta.

Menanggapi keluhan tersebut, Bendahara Turnamen Gubernur Cup 2025, Amin, memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa pemotongan bukan berasal dari panitia, melainkan dari pihak Bank Kalteng, yang menjadi sponsor melalui skema dana hibah.

“Potongan itu adalah potongan hadiah dari Bank Kalteng. Dana sponsor sebagian dari dana hibah Bank Kalteng. Dana yang diberikan Bank Kalteng itu sudah terpotong secara otomatis, ada pajaknya dana hibahnya itu,” jelas Amin.

Amin menyebut dirinya sudah memberikan penjelasan kepada beberapa klub yang menanyakan potongan tersebut.

Menurut Amin, kesalahpahaman terjadi karena klub mengira seluruh hadiah Rp 300 juta tersebut dialokasikan hanya untuk juara 1-4. Padahal, sebagian dana digunakan untuk memberikan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta bagi seluruh klub peserta non-juara.

“Mereka kan berpikir hadiah Rp 300 juta itu untuk juara 1-4, itu tidak. Karena seluruh tim peserta mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 10 juta. Makanya dananya terpotong seperti itu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh peserta zona provinsi, kecuali empat tim juara, masing-masing telah menerima uang pembinaan Rp 10 juta.

“Seluruh peserta, di luar juara 1, 2, 3, dan 4, mendapatkan uang pembinaan Rp 10 juta,” tegas Amin. (sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard