Lewati ke konten utama
Provinsi

Banjir Meningkat di Kotim, Akses Terputus dan Pelayanan Publik Terganggu

Redaksi 05-12-2025, 11:57 WIB 2 menit baca
Kondisi banjir di Desa Merah, Kecamatan Tualan Hulu. (FOTO:ISTIMEWA)
Kondisi banjir di Desa Merah, Kecamatan Tualan Hulu. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kotim, Multazam, melaporkan bahwa kondisi banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur terus meningkat dan mulai mengganggu aktivitas warga serta pelayanan publik pada Jumat (5/12/2025).

Di Desa Tumbang Mujam, Kecamatan Tualan Hulu, ketinggian muka air dilaporkan naik signifikan sejak Kamis pagi. Pada pukul 07.10 WIB, ketinggian air tercatat 49 cm dan meningkat menjadi 60 cm pada pukul 13.37 WIB.

“Kenaikan ini dipicu oleh hujan lebat di wilayah hulu. Data dari Pos Curah Hujan menunjukkan intensitas hujan mencapai 68,5 mm di Tumbang Mankup dan 86 mm di Tumbang Sangai dalam 24 jam,” jelas Multazam.

Banjir di desa tersebut telah merendam satu rumah berisi empat jiwa, serta satu bangunan kantor dan fasilitas umum lainnya.

Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Desa Merah, juga di Kecamatan Tualan Hulu. Ketinggian air di wilayah ini mencapai 60 hingga 100 cm, menyebabkan jalan poros yang menghubungkan Desa Merah dengan ibu kota kecamatan putus sepanjang 400–500 meter.

Akses keluar masuk desa kini lumpuh total bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, dan dampaknya paling dirasakan pada sektor kesehatan.

“Jalan poros tidak bisa dilalui sehingga pelayanan Puskesmas Kecamatan Hulu yang berada di Desa Merah ikut terhambat,” ujar Multazam.

Sebanyak 12 rumah dengan 13 KK atau sekitar 40 jiwa terdampak banjir, namun sejauh ini tidak ada warga yang mengungsi.

Data dari Pos Duga Air (PDA) Kuala Kuayan BWS Kalimantan II menunjukkan status SIAGA 1 dengan tren peningkatan debit air sungai:

  • 07.00 WIB: 7,58 meter (399,32 m³/detik)
  • 12.00 WIB: 7,62 meter (405,73 m³/detik)
  • 18.00 WIB: 7,66 meter (412,21 m³/detik)

Dengan TMA banjir pada 7,78 meter, kondisi ini menjadi sinyal bahaya bagi wilayah bantaran Sungai Tualan, Sungai Mentaya, dan Sungai Cempaga.

“Jika hujan kembali turun di wilayah Antang Kalang dan Telaga Antang, risiko banjir meluas semakin besar,” tambahnya.

Untuk menghadapi situasi tersebut, BPBD Kotim telah melakukan sejumlah langkah darurat, di antaranya PLN Ranting Sampit, pemerintah desa di Tumbang Mujam dan Desa Merah, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II Palangka Raya,mMenyiapkan moda transportasi sungai untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan, Dinas Pendidikan terkait proses belajar mengajar di wilayah terdampak, serta mengirim Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kotim untuk monitoring langsung pada 5 Desember 2025.

Multazam menegaskan bahwa laporan ini bersifat sementara dan perkembangan situasi akan terus dipantau.

“Kami berharap arahan lebih lanjut dari pimpinan dan mengimbau masyarakat tetap waspada. Kondisi cuaca masih tidak stabil,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard