Lewati ke konten utama
Provinsi

DPRD Kotim Kecam Ancaman Verbal Terhadap Pastor Paroki Sampit, Minta Polisi Usut Tuntas

Redaksi 09-12-2025, 05:10 WIB 1 menit baca
Komenter Sancez di video Pastor Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, RP Yohanes Kopong Tuan.
Komenter Sancez di video Pastor Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, RP Yohanes Kopong Tuan.

SB, SAMPIT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Hendra Sia, mengecam tindakan seorang oknum bernama Sancez terhadap Pastor Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, RP Yohanes Kopong Tuan.

Hendra Sia menegaskan bahwa dugaan kekerasan verbal maupun ancaman yang dilakukan oleh pemilik akun TikTok bernama Sancez kepada pastor tersebut merupakan tindakan serius yang harus segera ditangani oleh pihak penegak hukum.

Menurutnya, persoalan yang terjadi seharusnya disikapi dengan cara yang lebih arif dan bijaksana, bukan dengan menunjukkan sikap arogan maupun tindakan berbau premanisme.

“Terkait ancaman di sosial media, saya minta diusut tuntas terhadap pelaku pengancaman verbal tersebut. Ini tindakan yang tidak pantas dan justru memperkeruh situasi,” ujar Hendra Sia, Selasa (9/12/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi yang kondusif di Kabupaten Kotim dan tidak memperkeruh keadaan dengan tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Hendra menambahkan, tindakan tersebut tidak hanya melukai hati pastor sebagai korban, tetapi juga umat Katolik Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit secara keseluruhan.

“Oleh karena itu, kami mendorong dan mendukung penuh langkah-langkah untuk diusut ke Polres Kotim,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Pastor RP Yohanes Kopong Tuan mengunggah video di akun TikTok pribadinya terkait sikap penolakan terhadap even Road Race yang dijadwalkan berlangsung pada 13–14 Desember 2025 di Taman Kota Sampit.

Menurut pastor, kegiatan yang menggunakan Jalan Yos Sudarso tersebut tidak hanya berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan di Klinik Obor Terapung, tetapi juga dapat mengganggu perayaan Ekaristi umat Katolik pada Minggu, 14 Desember 2025.

Video tersebut mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian besar memberikan dukungan, namun terdapat pula komentar bernada ancaman verbal yang memicu reaksi keras dari DPRD Kotim.

Atas situasi ini, DPRD Kotim meminta Polres Kotim untuk mengusut tuntas dan menindak tegas pihak yang melakukan ancaman tersebut. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard