Lewati ke konten utama
Provinsi

Sempat Ditolak, Road Race di Taman Kota Sampit Disepakati Tetap Dilaksanakan

Redaksi 10-12-2025, 07:38 WIB 3 menit baca
Pemkab Kotim, Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, Pihak Klinik Terapung, HIPMI dan ketua panitia penyelenggara Road Race foto bersama, Selasa (9/12/2205). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)
Pemkab Kotim, Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, Pihak Klinik Terapung, HIPMI dan ketua panitia penyelenggara Road Race foto bersama, Selasa (9/12/2205). (FOTO:SEPUTAR BORNEO)

SB, SAMPIT - Sikap penolakan terhadap even road race yang pada akhirnya disetujui oleh pihak Klinik Obor Terapung dan Yayasan Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit.

Peryataan sikap persetujuan ini dilakukan melalui rapat koordinasi keputusan yang mempertemukan antara Pemkab Kotim, Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit, Pihak Klinik Terapung, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kotim dan ketua panitia penyelenggara, Selasa (9/12/2205).

"Kegiatan tetap dilaksanakan di Taman Kota Sampit namun ada beberapa pengecualian,” kata Oktav Pahlepi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kotim.

Pengecualian diantaranya, panitia memberikan akses kepada klinik terapung untuk keluar masuk mereka.

"Jadi nanti di sekitar Jalan Yosudarso ini, kita akan beri space kurang lebih 2 meter lebarnya untuk bisa keluar masuk mobil ke klinik,” ujarnya.

Kemudian ntuk lokasi star dan finish itu berubah dari Jalan Yosudarso ke Jalan S Parman, termasuk nanti tempat untuk mengadakan pengumuman dan lain sebagainya.

Pihaknya berterimakasih kepada Dewan Paroki Joan Don Bosco yang membuka diri untuk bermusyawarah mencari jalan keluar terlaksananya kegiatan ini.

"Kita menyetujui itu, ini adalah event terakhir dan merupakan bagian dari berita acara hasil kesepakatan kita,” jelasnya.

Ketua Dewan Paroki San Yohanes Don Bosco Sampit, Adrianus Salampak, dengan rapat koordinasi dan semua pertimbangan akhirnya menyetujui terselenggaranya road race di Taman Kota Sampit dengan beberapa poin yang telah disepakati.

"Kita menghormati bahwa ini ajang untuk prestasi Kotim. Asal tidak melanggar peraturan dengan memberi akses untuk Klinik Terapung dan akses ke gereja", kata Salampak.

Akses dari trotoar itu sekitar 2,5 meter untuk bisa masuk ke poliklinik atau ke pastoran. Begitu juga di Jalan S Parman diberi akses untuk ke Gereja. "Kita minta aksesnya jangan ditutup oleh penonton atau parkir-parkir. Jadi pihak keamanan baik itu dari Polisi maupun Dishub untuk benar-benar memprioritaskan pasien, ambulance dan umat yang hendak beribadah", harapnya

Star dan finish pembalap juga tidak di seperti tahun sebelumnya depan Klinik namun dialihkan ke Jalan S Parman. 

"Startnya mereka pindah ke S Parman. Klinik ini kan banyak pasien, ada yang pasien rawat inap itu tidak bisa tidur dan lain sebagainya. Akhirnya disetujui untuk star dan finish pindah kesana", jelasnya

Sebelumnya pihaknya beberapa kali telah membuat surat keberatan atas even besar menggunakan Jalan Yos Sudarso, namun tidak direspon balik oleh Bupati.

Sementara itu, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Kotim sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kotim, Angga Aditya Nugraha, mengapresiasi dan berterimakasih kepada pihak Paroki Santo Joan Don Bosco Sampit dan pihak klinik untuk atas kesepakatan bersama ini.

"Ternyata mereka support dan apresiasi kegiatan ini dengan catatan tidak mengganggu pelayanan publik. Alhamdulillah sudah ketemu titik terang untuk kegiatan ini. Dan panitiapun akan menyesuaikan dengan apa yang telah disampaikan poin hasil pertemuan tadi,” terang Angga Aditya Nugraha.

Sementara Ketua Club Cipta Mentaya Production, M Hasbi mengatakan, sebetulnya untuk perubahan star itu tidak terlalu sulit karena starnya juga di Samping Museum Mentaya yang dinilainya masih  lebar.

"Penonton kan taunya pasti di garis stat itulah yang membludak. Seperti kita kembali lagi ke zaman dulu statnya disana itu gampang aja gak masalah. Jadi kalau minta akses pun kita bisa antisipasi karena penonton pasti pembudaknya di garis awal,”ungkapnya.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak keamanan untuk mensterilkan Jalan Yos Sudarso karena dinilainya sedikit penoton di areah tersebut. "Kita upayakan keamanan akan kita maksimalkan untuk di areah Yos Sudarso,” imbuhnya.

Lanjutnya, jumlah pesertanya yang sampai saat ini ada diperkiraan lebih banyak  ketimbang sebelumnya.

"Yang sudah konfirmasi tim dari Jawa Timur ada 5 tim datang. Dan pembalap-pembalap nasional yang sudah habis serinya, sebagian banyak datang ke sini. Totalnya diatas 250.000 peserta.  Sementara prediksi jumlah penonton diatas 10 ribu orang,” pungkasnya. (f1/sb)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard