Arus Penumpang Nataru di Pelabuhan Sampit Diprediksi Naik 7 Persen
SB, SAMPIT - Arus penumpang di Pelabuhan Sampit pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan tidak mengalami lonjakan besar. Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, menyebutkan bahwa kenaikan penumpang hanya diproyeksikan sekitar 7 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Untuk penumpang nataru tahun ini saya kira tidak terlalu signifikan kenaikannya, tidak seperti di Sulawesi Tenggara atau Kalimantan Timur. Tahun ini kami prediksi sekitar 7 persen dari tahun sebelumnya,” ujar Muchlis, Jumat (12/11/2025).
Muchlis menjelaskan bahwa tahun sebelumnya jumlah penumpang naik mencapai 2.384 orang. Dengan tambahan sekitar 7 persen, maka penumpang tahun ini diperkirakan meningkat sedikit, yakni sekitar 2.100 lebih penumpang, tanpa kenaikan yang mencolok.
Ia menambahkan bahwa Pelabuhan Sampit bukan satu-satunya pilihan masyarakat untuk bepergian, mengingat warga juga bisa memanfaatkan Pelabuhan Kumai dan transportasi udara melalui bandara.
“Jadi untuk pelabuhan laut, kenaikannya memang tidak terlalu signifikan,” jelasnya.
Dalam periode Nataru yang berlangsung pada 18 Desember hingga 5 Januari, armada laut disiapkan sebagai berikut pelni mengoperasikan KM Lawit berkapasitas sekitar 920 penumpang, dengan jadwal keberangkatan 22 Desember dan 30 Desember, serta DLU menyiapkan dua kapal reguler, namun jadwal resmi khusus Nataru masih menunggu konfirmasi menyesuaikan kegiatan dan kondisi cuaca.
“Untuk DLU, jadwal resmi antara 18 Desember sampai 5 Januari masih kami tunggu karena masih menyesuaikan kegiatan dan kondisi cuaca,” tambah Muchlis.
KSOP Sampit juga menyoroti potensi munculnya cuaca ekstrem, sebagaimana terdeteksi oleh BPBD dan BMKG dalam beberapa hari terakhir. Pihak KSOP terus berkoordinasi untuk memantau kecepatan angin, ketinggian gelombang, dan perkiraan cuaca harian di jalur pelayaran
“Setiap keberangkatan kapal selalu kami update kondisi cuaca. Kalau data menunjukkan situasi berbahaya, keberangkatan akan kami tunda demi keselamatan,” tegas Muchlis.
Sebelumnya, KSOP juga melaksanakan ramp check atau pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang yang sandar di Pelabuhan Sampit. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh kapal dalam kondisi laik laut, aman, dan siap melayani peningkatan mobilitas penumpang saat libur akhir tahun.
Muchlis menegaskan bahwa keselamatan pelayaran adalah prioritas utama.
“Keselamatan itu harga mati. Kalau cuacanya buruk, kami tidak memaksakan. Penundaan lebih baik daripada membahayakan jiwa manusia,” tandasnya. (f1/sb)