DAD Kotim Bentuk Tim Investigasi Penembakan di Kenyala
SB, SAMPIT - Ketua harian DAD Kotim Gahara, mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Pandawa V untuk lakukan investigasi kepada kejadian penembakan empat orang warga di areal perusahaan kelapa sawit perbatasan KKP 3 dan wilayah HGU PT Mas Bakung Estate Mas, Desa Kenyala Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)
Tim itu terdiri dari unsur DAD Kabupaten, DAD Kecamatan, Damang Kecamatan Telawang, Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad), serta para mantir adat setempat.
"Kami langsung membentuk Tim Pandawa V. Tim ini melibatkan DAD Kabupaten, DAD Kecamatan, Damang Telawang, Batamad, serta mantir adat untuk melakukan investigasi langsung ke lapangan," kata Gahara, Rabu (24/12/2025)
Menurutnya, pembentukan tim tersebut merupakan bentuk tanggung jawab lembaga adat dalam merespons peristiwa kekerasan yang menimpa warga Dayak di wilayah adatnya sendiri. DAD Kotim menilai kejadian ini tidak bisa dibiarkan tanpa kejelasan fakta yang utuh.
Gahara menjelaskan, tim akan segera turun ke lokasi kejadian untuk menggali fakta sebenarnya serta memastikan kronologi peristiwa secara menyeluruh, termasuk menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam insiden penembakan tersebut.
"Informasi awal yang kami terima menyebutkan kejadian berada di wilayah HGU PT Maju Aneka Sawit (MAS). Ada juga laporan bahwa empat warga sebelumnya diduga melakukan pencurian di area KKP 3 milik Wilmar, lalu dikejar aparat hingga berujung penembakan. Semua ini tidak bisa disimpulkan sepihak dan harus dibuktikan di lapangan," tegasnya.
DAD Kotim tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan. Namun demikian, insiden tersebut dinilai memiliki dampak sosial yang besar dan berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat jika tidak ditangani secara hati-hati dan transparan.
Berdasarkan informasi sementara yang diterima, aparat yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut disebut sebut berasal dari satuan Brimob.
Meski demikian, Gahara menegaskan bahwa hal itu masih sebatas informasi awal yang akan dipastikan melalui hasil investigasi Tim Pandawa V.
"Karni tidak ingin berspekulasi. Semua akan kami pastikan berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan dari berbagai pihak," ujarnya.
DAD Kotim memandang peristiwa penembakan ini sebagai persoalan besar yang tidak bisa dianggap sepele, terlebih menyangkut keselamatan warga sipil serta penggunaan senjata api di wilayah adat.
Oleh karena itu, setelah proses investigasi rampung dan fakta fakta diperoleh secara jelas, DAD Kotim berencana melanjutkan penanganan? kasus ini melalui mekanisme adat.
"Jika hasil investigasi sudah jelas, kami akan melanjutkan dengan sidang adat mantir basara hai. Kami juga akan melibatkan forum Darmang karena kasus ini berdampak luas dan menjadi perhatian masyarakat," kata Gahara.
la menegaskan, mekanisme adat tersebut bukan untuk menghalangi proses hukum negara, melainkan sebagai upaya menjaga marwah adat, meredam potensi konflik sosial, serta memastikan nilai keadilan dan kemanusiaan tetap ditegakkan di tengah masyarakat. (f1/sb)