Jelang Pergantian Tahun, Permintaan Jagung Meningkat
SB, SAMPIT - Permintaan jagung manis di Kabupaten Kotawaringin Timur terus mengalami peningkatan menyambut malam pergantian tahun 2026.
Jagung manis banyak dibeli untuk kebutuhan jagung rebus maupun jagung bakar oleh masyarakat setempat.
Sumardianto, petani jagung Jalan Teratai 5 Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku sengaja rutin menanam jagung pada pertengahan November lalu agar bisa dipanen pada akhir tahun. Hasilnya, ia bisa meraup omset hingga belasan juga rupiah.
“Menanamnya pertengahan November untuk tahun baru. Keuntungan bersih itu bisa Rp15 juta,” ujarnya,Rabu (31/12/2025).
Ia mengaku, dari kebun seluas 50 x 100 meter persegi itu, ia bisa menghasilkan jagung bersih jenis Harmonis yang siap dijual sebanyak dua ribu biji. Jagung yang ia panen akan dipilah dari bentuk dan kualitasnya untuk menentukan harga.
Pertama, untuk jagung dengan kualitas A dihargai Rp3.500 perbuah. Jagung tersebut membunyai bentuk yang besar dan biji jagung yang rapat.
Kedua untuk jagung dengan kualitas B dihargai Rp3000 perbuah. Jagung ini berukuran sedang dan lebih kecil dari kualitas A.
Sedangkan untuk jagung kualitas C dijual dengan Rp2.500 perbuah. Jagung tersebut merupakan bentuk paling kecil dari seluruh kualitas jagung yang ia panen. Jagung-jagung itu akan diikat sesuai dengan kualitasnya. Satu ikat diisi 10 jagung.
“Satu ikat itu 10 biji. Jadi satu ikat ada yang Rp35 ribu, Rp30 ribu dan Rp25 ribu,” ucapnya pria yang sudah berkebun jagung selama 25 tahun itu.
Biasanya jagung yang ia panen akan ludes saat sehari sebelum pergantian tahun. Jika dipetik jauh-jauh hari, ia khawatir kualitas jagung tidak sebagus saat baru dipetik.
“Biasanya tanggal 31 Desember sudah habis. Sengaja saya petik sesuai pesanan. Maksimal tiga hari setelah dipetik segarnya. Itu hanya untuk wilayah yang jauh seperti Parenggean,” pungkasnya. (f1/sb)