seputarborneo.news@gmail.com

082253082672

Ruang Iklan Tersedia

Hujan dan Angin Kencang Landa Sampit, Rumah Warga Roboh dan Pohon Tumbang

by Redaksi - Tanggal 05-02-2026,   jam 11:15:22
Kondisi rumah warga rusak akibat angin kencang di Kecamatan MB Ketapang. (FOTO:ISTIMEWA) Kondisi rumah warga rusak akibat angin kencang di Kecamatan MB Ketapang. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, SAMPIT – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (4/2/2026) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan pohon tumbang di sejumlah titik serta kerusakan pada rumah warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengatakan berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) H. Asan Sampit, kecepatan angin saat kejadian mencapai 20 knots akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB).

“Saat kejadian terpantau angin gusty dengan kecepatan sekitar 20 knots yang berasal dari awan Cumulonimbus. Kejadian berlangsung sekitar pukul 15.40 WIB hingga 16.07 WIB,” ujar Multazam, Kamis (5/2/2026).

Ia menjelaskan, pohon tumbang terjadi di Jalan Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, serta di Jalan M.T. Haryono, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kedua kejadian tersebut telah ditangani oleh tim BPBD dan kondisi dinyatakan aman serta terkendali.

“Tim BPBD Kotim tiba di lokasi Jalan Kenan Sandan sekitar pukul 16.40 WIB dan penanganan selesai pada pukul 17.10 WIB. Seluruh akses jalan sudah dapat dilalui kembali,” jelasnya.

Selain pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan kerusakan atap sebuah rumah di Perumahan Graha Pramuka, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tepatnya pada bagian depan rumah. Saat kejadian, penghuni rumah diketahui sedang berada di luar kota dan baru mengetahui peristiwa tersebut dari informasi warga sekitar.

Dampak terparah terjadi di Jalan Madiun Ngawi RT 40/RW 14, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, di mana satu unit rumah semi permanen dilaporkan roboh akibat angin kencang.

“Hasil kaji cepat, satu rumah semi permanen berukuran 12 x 7 meter roboh akibat angin kencang. Akses menuju lokasi cukup sulit sehingga tim harus menggunakan kendaraan roda dua secara estafet,” ungkap Multazam.

Ia menambahkan, kerusakan meliputi bangunan rumah serta peralatan pertukangan dan rumah tangga. Untuk sementara waktu, para penghuni rumah mengungsi ke kediaman kerabat terdekat.

“Penghuni rumah atas nama Bapak Zainal berjumlah tiga orang, termasuk satu anak berusia dua tahun. Sementara rumah kedua dihuni Bapak Hamid dan istrinya yang sedang hamil. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” katanya.

Menurut Multazam, total kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai Rp50 juta.

“Kerugian material diperkirakan sekitar Rp50 juta. Saat kejadian kondisi di lapangan gelap dan masih disertai hujan gerimis,” tutupnya.

BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, khususnya pada sore hingga malam hari. (f1/SB)