Lewati ke konten utama
Provinsi

Sampah Menggunung di PPM Sampit, Pedagang Keluhkan Bau Menyengat

Redaksi 07-02-2026, 09:10 WIB 2 menit baca
Tumpukan sampah di area PPM Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)
Tumpukan sampah di area PPM Sampit. (FOTO: ISTIMEWA)

SB, SAMPIT - Kondisi kebersihan di Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah yang menggunung dan belum ditangani secara optimal oleh dinas terkait dikeluhkan para pedagang karena dinilai mengganggu aktivitas jual beli serta kenyamanan lingkungan pasar.

Keluhan tersebut disampaikan para pedagang yang menyebutkan bahwa penumpukan sampah sudah terjadi hampir satu bulan terakhir. Sampah kerap dibiarkan menumpuk cukup lama sebelum akhirnya diangkut, sehingga menimbulkan bau menyengat yang menyebar ke berbagai area pasar.

“Sampah ini sudah hampir sebulan lebih menumpuk. Tolong dinas terkait bertanggung jawab. Kami sebagai pedagang sangat terganggu dengan baunya yang menyengat, belum lagi ulat belatungnya banyak sekali,” keluh seorang pedagang bernama Ali, Sabtu (7/2/2026).

Menurut pedagang, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Mereka menilai pengangkutan sampah berlangsung lambat dan tidak terjadwal dengan baik. Akibatnya, tumpukan sampah terus bertambah dan memperburuk kondisi kebersihan di kawasan PPM.

Bahkan, tumpukan sampah dilaporkan mulai meluber hingga ke area lahan parkir. Hal ini dinilai mengganggu aktivitas kendaraan serta mempersempit ruang parkir bagi pengunjung pasar.

“Banyak yang sudah sampai ke lahan parkir. Saya sampai mengupah orang sendiri untuk merapikan sampah, kalau tidak, parkiran ini sudah tertutup,” ujar pedagang lainnya dengan nada kesal.

Para pedagang mengaku terpaksa mengeluarkan uang pribadi demi menjaga area sekitar lapak mereka tetap bersih dan tidak dipenuhi sampah. Mereka menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola pasar dan instansi terkait, bukan dibebankan kepada pedagang kecil.

Keluhan serupa juga datang dari pengunjung pasar yang menilai lambatnya penanganan sampah mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebersihan di pusat perbelanjaan. Padahal, PPM merupakan salah satu ikon aktivitas ekonomi masyarakat Sampit.

Masyarakat berharap pengelolaan sampah di PPM dapat dibenahi secara serius, baik melalui jadwal pengangkutan yang lebih rutin maupun kejelasan pembagian tanggung jawab antara pengelola pasar dan dinas terkait, agar persoalan sampah tidak terus berulang setiap bulan. (f1/SB)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard