Layanan Kesehatan dan Pendidikan Wilayah Pelosok Disorot DPRD Kapuas
SB, KUALA KAPUAS – Masalah kesehatan dan pendidikan di wilayah pedalaman dan terpencil di Kabupaten Kapuas menjadi perhatian utama dalam Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Reses Daerah Pemilihan (Dapil) III DPRD Kabupaten Kapuas, pada Kamis (12/2/2026).
"Dua sektor pelayanan dasar tersebut masih menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya di wilayah pelosok," Juru bicara anggota DPRD Kapuas Dapil III, H. Didi Hartoyo., S.Hut.
Lanjutnya dalam sektor kesehatan menyoroti keterbatasan tenaga medis yang hingga kini masih dirasakan warga di daerah terpencil. Sehingga akses layanan kesehatan yang jauh dan terbatas memperlambat penanganan medis serta berisiko bagi keselamatan pasien.
"Ketika masyarakat sakit, terutama di daerah pedalaman dan terpencil, mereka harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju ibu kota kecamatan. Kondisi ini tentu sangat memberatkan pasien," ungkapnya.
Didi menegaskan karena itu, DPRD Kapuas mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius terhadap pemerataan tenaga kesehatan, termasuk melalui program satu desa satu tenaga medis.
"Selain kesehatan, sektor pendidikan juga menjadi sorotan, kit meminta pemerintah daerah memastikan ketersediaan dan pemerataan tenaga pendidik di wilayah pedalaman agar proses belajar mengajar tidak terganggu," jelasnya.
"Pendidikan merupakan pelayanan dasar yang sama pentingnya. Kami berharap tenaga pendidik di daerah pedalaman benar-benar diperhatikan supaya kegiatan belajar mengajar berjalan lancar tanpa hambatan," lanjutnya lagi.
Menurutnya berbagai aspirasi tersebut merupakan hasil serapan langsung dari masyarakat selama masa reses. DPRD Kapuas berharap pemerintah daerah dapat memprioritaskan peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (f4/sb)