Lewati ke konten utama
Provinsi

Festival BERKAH 2026 Resmi Ditutup, BI Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Kalteng

Redaksi 17-03-2026, 11:03 WIB 2 menit baca
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menutup Festival BERKAH. (FOTO:ISTIMEWA)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menutup Festival BERKAH. (FOTO:ISTIMEWA)

SB, PALANGKA RAYA - Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah resmi menutup rangkaian Festival BERKAH (Bulan Ekonomi Syariah Kalimantan Tengah) pada Sabtu (14/3/2026). Acara puncak yang digelar di Palangka Raya tersebut dirangkaikan dengan kegiatan edukasi konsumen bertajuk Ngabuburide GEBER PEKA bersama komunitas sepeda lipat.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias, menyampaikan bahwa Festival BERKAH merupakan salah satu upaya strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menggali potensi pelaku ekonomi syariah di Kalimantan Tengah agar semakin berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional.

“Melalui Festival BERKAH, kami ingin menggali potensi ekonomi syariah di Kalimantan Tengah agar lebih berdaya saing. Para pemenang lomba hari ini bukan sekadar juara, melainkan duta yang akan membawa nama harum Kalimantan Tengah ke tingkat regional di Fesyar KTI. Kami berharap sinergi ini terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Bumi Tambun Bungai,” ujar Yuliansah.

Dalam festival tersebut, panitia mengumumkan sebanyak 21 pemenang dari berbagai kategori lomba. Kompetisi yang digelar meliputi berbagai bidang ekonomi syariah dan industri kreatif, di antaranya Halal Chef Competition hingga Modest Fashion Designer.

Para pemenang yang berhasil meraih prestasi dinyatakan memenuhi syarat untuk melaju ke ajang Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026 mendatang. Ajang tersebut menjadi salah satu panggung regional untuk memperkenalkan potensi ekonomi syariah dari berbagai daerah di kawasan timur Indonesia.

Selain menonjolkan pengembangan ekonomi syariah, Bank Indonesia juga memanfaatkan momentum festival untuk meningkatkan literasi masyarakat terkait perlindungan konsumen, khususnya dalam transaksi digital.

Melalui kegiatan Ngabuburide GEBER PEKA (Gerakan Bersama Perlindungan Konsumen), sebanyak 76 pesepeda dari komunitas HASI turut ambil bagian dalam kegiatan bersepeda sambil membagikan paket takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membagikan sekitar 200 paket takjil yang disertai materi edukasi mengenai keamanan transaksi digital, termasuk cara menghindari penipuan dalam pembayaran digital.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini cukup tinggi. Arief, warga Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengaku sangat mengapresiasi konsep acara yang dinilai menarik sekaligus bermanfaat.

“Acaranya seru sekali, apalagi ada konsep Ngabuburide. Selain dapat takjil, kami juga jadi lebih paham cara menghindari penipuan pembayaran digital lewat edukasi yang diberikan. Sebagai warga Palangka Raya, saya bangga ada wadah seperti Festival BERKAH ini yang mendukung UMKM dan kreativitas anak muda lokal,” ujarnya.

Kesuksesan penyelenggaraan Festival BERKAH 2026 tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia dengan sejumlah instansi dan lembaga, seperti Kementerian Agama Republik Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Masyarakat Ekonomi Syariah, UIN Palangka Raya, serta SMK Negeri 3 Palangka Raya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat terus berlanjut sebagai strategi dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah sekaligus mendorong transformasi digital di Kalimantan Tengah.

Dengan berakhirnya Festival BERKAH 2026, Bank Indonesia berharap berbagai program yang telah dilaksanakan mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi syariah, peningkatan literasi keuangan masyarakat, serta pengembangan UMKM di Kalimantan Tengah. (*)

Berita Terkait

Ruang Iklan Leaderboard